Klarifikasi Kabar Viral ‘Ibu Kelaparan’ di Banda Aceh: Trauma KDRT dan Masalah Domisili

BANDA ACEH – Sebuah kabar pilu mengenai seorang ibu yang menelepon polisi karena kelaparan sempat menghebohkan jagat maya di Banda Aceh pada Jumat malam (24/4). Namun, setelah ditelusuri langsung oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, fakta di lapangan menunjukkan tabir yang lebih kompleks, mencakup trauma kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga kendala administrasi kependudukan.

​Merespons kabar yang beredar, Irwansyah bersama Kapolsek, Camat, serta perangkat desa setempat langsung meninjau lokasi pada Sabtu (25/4). Rumah tersebut dihuni oleh Wardiah, seorang ibu yang tinggal bersama anaknya di sebuah shelter kayu sempit peninggalan pascatsunami di kawasan perbatasan Banda Aceh dan Aceh Besar.

​Bukan Sekadar Kelaparan, Tapi Ketakutan

​Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa narasi “kelaparan” yang viral tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Wardiah menjelaskan bahwa ia menelepon call center polisi karena merasa terancam setelah suaminya mengabarkan akan datang ke rumah.

​”Sebenarnya saya menelepon polisi bukan karena lapar, tapi karena suami mau datang. Ada ketakutan karena trauma (KDRT). Tapi memang saat itu saya belum sempat masak karena baru pulang dari rumah sakit akibat gangguan saraf,” ungkap Wardiah dengan nada getir.

​Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, menegaskan bahwa ini bukanlah kasus kelaparan akut akibat kemiskinan sistemik, melainkan situasi darurat di mana korban sedang dalam kondisi sakit dan tertekan secara mental.

​“Beliau trauma berat akibat kekerasan yang dialami setahun terakhir, sehingga harus berpindah-pindah tempat tinggal. Saat polisi tiba, beliau memang dalam kondisi lapar karena belum sempat mengolah makanan setelah perawatan medis,” jelas Irwansyah.

​Kendala Administrasi dan Domisili

​Fakta lain yang terungkap adalah masalah kependudukan. Wardiah tercatat sebagai warga Kabupaten Aceh Jaya dan tinggal di wilayah yang secara administratif masuk ke Kabupaten Aceh Besar. Karena sering berpindah tempat tanpa melapor ke perangkat gampong (desa), keberadaannya tidak terdata secara resmi oleh otoritas setempat.

​Irwansyah mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemilik rumah sewa untuk melaporkan keberadaan penghuni baru. “Masyarakat kita punya nilai kepedulian yang tinggi. Kecil kemungkinan ada yang kelaparan di tengah permukiman jika komunikasinya berjalan baik,” tambahnya.

​Solusi Jangka Panjang

​Sebagai langkah konkret, Irwansyah menyerahkan bantuan masa panik berupa beras dan sembako untuk kebutuhan satu bulan ke depan. Ia juga menginstruksikan perangkat desa dan dinas terkait untuk mencarikan solusi jangka panjang bagi Wardiah.

​“Kendala administrasi harus segera dicarikan solusi agar beliau bisa mendapatkan akses bantuan berkelanjutan, baik dari Dinas Sosial maupun Baitul Mal,” tegas politisi PKS tersebut.

​Di akhir kunjungannya, Irwansyah memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta dan Polsek yang merespons cepat laporan warga. Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kondisi darurat kepada aparat, terutama jika menyangkut perlindungan diri dan keselamatan jiwa.

​Kutipan Kunci:

​“Masyarakat kita ini kepeduliannya sangat tinggi. Warga kita nilai-nilai keislamannya kuat, mereka juga bakal malu kalau ada tetangganya yang lapar. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar.”

  • Related Posts

    Rencana Penarikan Kewenangan Pejabat Eselon II ke Pusat Tuai Kecemasan Kepala Daerah

    KN-JAKARTA — Wacana pengalihan kewenangan pengelolaan pejabat eselon II di daerah dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat memicu kecemasan para kepala daerah. Kebijakan yang mengemuka dalam pembahasan Revisi Undang-Undang Aparatur…

    OJK Minta Perbankan Blokir 38 Ribu Rekening Judi Online, Perputaran Dana Tembus Rp 86,8 Triliun

    KN-JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginstruksikan perbankan nasional untuk memblokir sekitar 38.796 rekening yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online. Selain pemblokiran, OJK juga meminta perbankan menelusuri alur dana…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *