KPK telah mengidentifikasikan berbagai skema korupsi di sektor kesehatan

KN. KPK telah mengidentifikasikan berbagai skema korupsi di sektor kesehatan mulai dari pengadaan mark up obat dan alat kesehatan, manipulasi klaim asuransi hingga praktek gratifikasi Kami mengajak RPRMSI untuk melakukan riset pada area-area ini dengan fokus pada pemetaan risiko sistemik dan pengembangan solusi tata kelola yang inovatif. Kami membutuhkan perhitungan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang realistis dan dapat ditidak lanjutkan untuk menutup celah korupsi yang ada. Bukan hanya teori tetapi menyembah tani teori menuju kebijakan dan praktek yang baik dalam membangun integritas sektor kesehatan, kolaborasi adalah memperkuat regulasi, pengawasan internal, sistem pengadaan, kurang tinggi membentuk karakter dan kompetensi tenaga kesehatan KPK memastikan adanya pengawasan penjagaan edukasi dan penegahan hukumnya.

Demikian dikemukakan Ibnu Basuki Widodo selaku Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam webinar oleh KPK bertema “Membangun Integritas di Sektor Kesehatan: Teori, Kebijakan, dan Praktik” yang disiarkan melalui zoom meeting dengan link : bit.ly/IntegritasSektorKesehatan, dengan narasumber Ir. Sardi, Inspektur Investigasi Irjen Kemenkes, Wedrianto Rahardjo, penyelidik KPK, dan Raisa Annisa,PhD Candidate, UNSW.

“Masyarakat berperan aktif dalam pengawasan dan memastikan kesehatan berjalan dengan baik Kami siap menjadi mitra Bapak-Ibu semua, akademisi dan peneliti dalam membangun strategi kolaborasi sistem kesehatan Berbagi perasaan dan memperkuat kolaborasi, mari kita menjadikan webinar ini momentum untuk memperluas pengetahuan dan memperkuat jaringan anti korupsi. Saya yakin Indonesia memiliki tenaga kesehatan yang keras, berdedikasi dan berkomitmen pada etika profesi, kita dapat membangun sektor kesehatan yang lebih transparan, akuntabel dan berkeadilan,” ujar Ibnu Basuki.

Sementara, Raisa Annisa mengatakan, beberapa penelitian mengalami sendiri advokasi-advokasi kebijakan untuk pencegahan kecurangan kesehatan itu sebenarnya masih ada satu gap khusus, satu gap yang masih tersisa dimana sebenarnya secara global itu tidak diajarin sebenarnya. Bahwa ada kecurangan-kecurangan selain kecurangan atau menyakiti pasien secara fisik atau harming pasien Bahwa sebenarnya ada banyak kecurangan yang tidak diberitahukan ketika sebelum para calon-calon tenaga kesehatan, para profesional di bidang kesehatan praktisioner ini terjun langsung di lapangan Ini salah satunya saya ambil dari contoh series di Netflix, The Resident judulnya, si Dr. Conrad ini bilang bahwa ini kok nggak diajarin ya. Bahwa ternyata ketika kita pegang pasien itu banyak sekali hal yang bisa kita lakukan yaitu harming Kalau masalah konteksnya itu ada kasus dan berkaitan dengan administrasi.

  • Related Posts

    Ekonomi Pedagang Lesu, YARA Desak Pemkab Pidie Jaya Buka Kembali Lapangan Meureudu

    KN-MEUREUDU – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya untuk segera mengizinkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali beraktivitas di Lapangan Meureudu. Desakan ini…

    30 Komunitas ‘Serbu’ DPRK Banda Aceh, Suarakan 4 Isu Krusial Kota

    KN-BANDA ACEH – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendadak riuh oleh kehadiran perwakilan dari 30 komunitas dan lembaga masyarakat pada Kamis (30/4/2026). Kehadiran mereka bukan tanpa alasan;…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *