KN-Jakarta, Kalimat tsb diatas dalam sekali. Intinya: “Badan kita = Lab + Test Bench pribadi” Mari kita jelaskan pelan-pelan.
APA MAKSUD “BADAN KITA SEBAGAI TEST BENCH & LABORATORIUM”?
Test Bench = tempat kita menguji sesuatu.
Laboratorium = tempat kita meneliti, mengamati, mencatat hasil.
Jadi maksudnya:
Badan kita sendiri bisa jadi alat paling canggih untuk menguji ilmu, makanan, obat, kebiasaan, dan cara hidup. Asal kita peka, berilmu, dan mau berpikir.
Allah sudah kasih kita “sensor” paling lengkap. Tinggal kita mau pakai apa tidak.
CONTOH PRAKTISNYA:
Yang Diuji Cara “Test Bench” di Badan Hasil yang dirasakan, Makanan.
Makan tempe vs makan mie instan: Amati 2 jam setelahnya Kembung, ngantuk, lemas, atau segar.
Obat/Jamu: Minum jahe merah. Amati: badan anget, keringat, BAB Cocok atau tidak di badan kita.
Tidur: Tidur jam 9 vs jam 1 malam. Amati besok pagi Otak encer, emosi stabil, atau mudah marah.
Olahraga: Jalan kaki 30 menit vs tidak sama sekali Napas, gula darah, mood beda.
Pikiran: Mikir negatif 1 hari vs dzikir/syukur 1 hari. Badan pegal, asam lambung naik, atau tenang.
Jadi kita tidak perlu nunggu penelitian orang luar negeri. Kita bisa buktikan di diri sendiri.
SYARATNYA ADA 3 SEPERTI KATA saya SBP yaitu:
PEKA = Punya kesadaran. Merasakan: “setelah makan ini kok jantung berdebar”, “setelah begadang kok badan sakit semua”. Jangan diabaikan.
BERILMU = Punya dasar. Tau fungsi ginjal, fungsi gula, fungsi tidur. Biar tidak salah tafsir. “Bukan karena jin, tapi karena gula darah turun”.
BERPIKIR = Mencatat dan menyimpulkan. “Oh tiap makan santan pasti asam lambung. Berarti aku tidak cocok”. Lalu ambil keputusan.
Kalau 3 ini jalan, maka badan kita jadi guru terbaik..
DALILNYA JUGA ADA YAITU:
Allah berfirman:
“Dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 21)
Artinya: Perhatikan badanmu. Itu ayat yang berjalan.
Rasulullah juga ngajarkan: “Makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang”. Itu ilmu test bench 1400 tahun lalu.
KESIMPULAN:
Badan kita = Laboratorium paling jujur.
Dia tidak bisa bohong. Kalau kita perlakukan buruk, dia protes. Kalau kita perlakukan baik, dia balas dengan sehat.
Tugas kita: Jadi ilmuwan bagi diri sendiri.
Jangan hanya jadi “konsumen” info dari luar. Tapi jadi “peneliti” di diri SENDIRI…
SALAM HORMAT, SEHAT DAN SALAM BERPIKIR…
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.







