Pembangunan IKN terus digenjot

KN. Eks Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono memandang Jakarta masih akan tetap menjadi ibu kota dalam beberapa tahun mendatang. Keberadaan Nusantara disebut kemungkinan hanya akan menjadi kota tertentu.

“Saya pribadi melihat, suka nggak suka, mau nggak mau, memang Jakarta masih akan tetap jadi ibu kota. Kemudian secara berangsur mungkin kita lihat kecepatannya seperti apa, Nusantara mungkin akan menjadi kota tertentu,” kata Bambang dalam konferensi pers di Kantor Utusan Khusus Presiden, Jakarta Pusat.

Bambang yang saat ini bertugas sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional Pembangunan IKN baru menerima rekomendasi strategi perencanaan dan pembangunan IKN dari Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI). Di dalamnya ada usulan pemindahan ibu kota dengan konsep Twin Cities.

Bambang menjelaskan Twin Cities adalah kota yang menjalankan fungsi hampir bersamaan. Menurutnya, ide itu sangat menarik untuk perpindahan ibu kota Indonesia yang tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Bambang mencontohkan negara yang menerapkan konsep Twin Cities yakni Korea Selatan dengan ibu kota Seoul dan ibu kota definitif kedua, Sejong. Kemudian Malaysia dengan Putrajaya dan Kuala Lumpur.

Pada 24 September 2024, Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), menandai momen penting dengan pendaratan perdana Pesawat Kepresidenan di Bandara Nusantara, IKN. Kunjungan kali ini menjadi salah satu tonggak sejarah karena disertai pelaksanaan groundbreaking tahap kedelapan di IKN, yang mencakup proyek dari investor asing untuk pertama kalinya.

Ada total lima proyek yang diresmikan pada groundbreaking tahap ini, mencakup berbagai sektor mulai dari pembangunan sekolah hingga kawasan mix-use.

Presiden Jokowi memulai groundbreaking dengan meresmikan proyek milik Pelataran, yaitu Teras Hutan Ibu Kota Nusantara. “Peletakan batu pertama proyek ini saya nyatakan dimulai,” kata Jokowi. Kawasan ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dan terletak di area Jalan Utama Sunggu Barat, dengan konsep Trail of Sister Parks yang mengedepankan alam dan kearifan lokal Nusantara, khususnya Kalimantan Timur. Proyek ini memiliki investasi awal sebesar Rp25 miliar dan direncanakan berdiri di kawasan inti pusat pemerintahan (KPP IKN), dengan luas bangunan mencapai 1.500 hingga 2.000 meter persegi.

Setelah itu, Presiden Jokowi meresmikan pembangunan Australian Independent School Nusantara, sekolah internasional yang akan dibangun di atas lahan seluas 7.900 meter persegi. “Dengan ini, pembangunan Australia Independent School Nusantara resmi dimulai,” kata Presiden. Sekolah ini dirancang untuk menampung 750 siswa dari usia 3 tahun hingga SMA, dan akan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium sains, pusat STEM*(Science, Technology, Engineering, and Mathematics), amfiteater dalam ruangan, ruang seni pertunjukan, kolam renang semi-Olimpiade, serta berbagai fasilitas olahraga internasional seperti lapangan sepak bola, tenis, basket, bulu tangkis, dan voli. Investasi proyek ini mencapai Rp150 miliar.

Jokowi meresmikan pembangunan The Prima Hotel Nusantara, hotel dengan tema modern Nusantara yang selaras dengan keindahan alam sekitar. Hotel ini akan dibangun di atas lahan seluas 4.600 meter persegi dan akan menyediakan 154 kamar, ruang pertemuan, serta restoran. Hotel ini merupakan bagian dari jaringan hotel lokal yang berkembang sejak 2013, dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.

Proyek keempat yang diresmikan adalah kawasan hunian terpadu yang akan dibangun oleh investor Rusia. “Dengan ini, saya nyatakan pembangunan Rusun Nusantara dimulai,” ujar Presiden. Kawasan ini akan berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektar dan terdiri dari serviced apartment, area komersial, dan berbagai fasilitas pendukung. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp800 miliar.

Proyek terakhir yang diresmikan adalah pembangunan kawasan mix-use oleh Delonix, investor asing pertama yang berinvestasi langsung di IKN tanpa melalui kerja sama dengan perusahaan dalam negeri. Kawasan ini akan dibangun di atas lahan seluas 24.200 meter persegi, dengan konsep pembangunan yang mencakup hotel, service apartment, pusat perbelanjaan, perkantoran, fasilitas olahraga, kebugaran, dan ruang terbuka hijau. Investasi proyek ini mencapai Rp500 miliar, menandai kehadiran asing yang signifikan di IKN.

Dengan lima proyek besar yang dimulai ini, total investasi pada groundbreaking tahap kedelapan di IKN mencapai Rp 1 triliun. Proyek-proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi besar bagi kawasan IKN, tetapi juga mendukung pengembangan infrastruktur dan pelayanan publik untuk masa depan Ibu Kota baru Indonesia.

  • Related Posts

    Ribuan Warga Pidie Jaya Sanggah Data Desil

    KN. Sebanyak 2.248 jiwa warga Pidie Jaya melakukan sanggahan dan perubahan data desil melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah. Plt…

    Forum Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup VIII WALHI Aceh

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh kembali mempercayakan Ahmad Shalihin, yang akrab disapa Om Sol, sebagai Direktur Eksekutif Daerah untuk periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam Forum Pertemuan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *