KN-BANDA ACEH, Momentum Idulfitri 1447 H menjadi sarana memperkuat simpul silaturahmi di lingkungan legislatif Kota Banda Aceh. Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menggelar acara halal bihalal yang berlangsung khidmat di Balai Meusapat Lampaseh Aceh, Senin (30/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran anggota DPRK Banda Aceh, pejabat struktural, hingga seluruh staf di lingkungan Sekretariat DPRK Banda Aceh. Kehadiran para perangkat Gampong Lampaseh Aceh selaku tuan rumah turut menambah kehangatan suasana kekeluargaan dalam pertemuan tersebut.
Memperkuat Ukhuwah dan Kinerja
Kegiatan ini diinisiasi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebagai upaya menjaga soliditas antarperwakilan rakyat dan aparatur sipil negara (ASN) yang selama ini menyokong kinerja dewan.
“Halal bihalal ini semata-mata untuk silaturahmi, saling bermaafan, dan meningkatkan kekompakan. Setelah jeda Ramadan dan Lebaran, kita harus kembali fokus pada kerja-kerja nyata untuk masyarakat,” ujar Daniel Abdul Wahab.
Poin Penting dalam Pertemuan:
- Rekonsiliasi Hati: Saling memaafkan usai menjalani bulan suci Ramadhan untuk membersihkan diri dari kekhilafan selama berinteraksi dalam pekerjaan.
- Soliditas Internal: Memperkuat hubungan antara anggota dewan dengan staf sekretariat agar tercipta sinergi yang lebih baik dalam pelayanan publik.
- Peningkatan Semangat: Menjadikan semangat Idulfitri sebagai energi baru untuk meningkatkan kinerja di sisa masa sidang tahun ini.
Harapan ke Depan
Politisi muda dari Partai NasDem ini menekankan bahwa kekompakan adalah kunci utama dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ia berharap kebersamaan yang terjalin di Balai Meusapat dapat terbawa hingga ke meja kerja di kantor DPRK.
“Kita ingin memastikan bahwa setelah hari kemenangan ini, semangat pengabdian kita kepada warga Banda Aceh semakin meningkat dan pelayanan yang diberikan jauh lebih optimal dari sebelumnya,” tutup Daniel.
Suasana ditutup dengan ramah tamah dan diskusi ringan, mencerminkan harmoni yang kuat di antara para pemangku kebijakan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.







