“Rendang Untuk Sumatera”: Aksi Teatrikal Memasak 8 Jam di Atas Panggung untuk Korban Bencana

KN-JAKARTA,  Sebuah kolaborasi seni dan kemanusiaan bertajuk “Rendang Untuk Sumatera” siap digelar. Acara yang diinisiasi oleh Marandang Institute, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan Makara Art Center Universitas Indonesia ini merupakan pertunjukan kolosal yang memadukan aktivitas gastronomi dengan seni pertunjukan tingkat tinggi.
​Mengusung konsep Food Performative, kegiatan memasak Rendang yang biasanya tertutup di dapur akan dipindahkan ke atas panggung selama 8 jam penuh. Durasi panjang ini disesuaikan dengan proses autentik memasak Rendang hingga matang sempurna.
​Seni yang Mengalir di Atas Tungku
​Selama 8 jam proses mengaduk santan, panggung akan dihidupkan dengan berbagai elemen kesenian yang saling beririsan:
​Tari & Gerak: Koreografi yang mengikuti ritme gerakan tangan pengaduk rendang.
​Musik Tradisional & Kontemporer: Alunan Saluang (Minangkabau) serta musik modern asal Aceh dan Sumatera Utara.
​Teater & Sastra: Pertunjukan Randai “Tigo Raso” serta pembacaan puisi tentang Bencana Sumatera.
​Seni Visual: Action painting dan aktivitas mural secara langsung di lokasi.
​Misi Kemanusiaan: Ramadhan di Pengungsian
​Lebih dari sekadar tontonan, semangat utama acara ini adalah empati terhadap korban Bencana Sumatera. Seluruh masakan Rendang yang dihasilkan dalam pertunjukan ini merupakan produksi makanan tahan lama yang akan didistribusikan ke 230 titik pengungsian di tiga provinsi terdampak. Aksi ini bertujuan untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan bagi para pengungsi.
​Jadwal dan Lokasi Pertunjukan
​Pertunjukan Food Performative ini akan dilaksanakan di tiga lokasi strategis:
​Plaza Teater, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta
​Waktu: 16 Februari 2026, Pukul 13.00-19.00 WIB.
​Tamu VVIP: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Khoiri Fauzi, M.Si.
​Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok
​Waktu: 1 Maret 2026, Pukul 08.00-17.00 WIB.
​Tamu VVIP: Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
​Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh
​Waktu: 15-18 Maret 2026, Pukul 08.00-17.00 WIB.
​Deretan Seniman Ternama
​Sejumlah nama besar di panggung seni nasional turut terlibat dalam aksi ini, di antaranya aktris Sha Ine Febrianti dan Marcella Zalianty, Inayah Wahid, grup musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Elzastrow Ngatawi, musisi Mogan Pasaribu (HorjaBius), serta koreografer Jefriandi Usman.
​Melalui sinergi antara dapur dan panggung, “Rendang Untuk Sumatera” ingin menunjukkan bahwa seni memiliki kekuatan nyata untuk menyentuh perut sekaligus hati mereka yang sedang tertimpa musibah.

Related Posts

TERJADI ERUPSI ANAK GUNUNG KRAKATAU HUJAN ABU SAMPAI BANDUNG SEHINGGA PENERBANGAN DI BANDARA SUTTA DI CANCEL BAIK DOMESTIK MAUPUN INTERNASIONAL KARENA SEKITAR SUTTA DINYATAKAN DANGER AREA

KN-Jakarta, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…Saya Sbp Turut prihatin ​Erupsi Anak Gunung Krakatau + Hujan Abu sampai Bandung, ini serius. ​Kalau sudah DANGER AREA di langit sekitar Bandara Soekarno-Hatta /…

KONSEP PENTAHELIX UNTUK PEMADAM KARHUTLA

KN-Jakarta, Ini pas banget nyambung sama gagasan “KAMPUS LAWAN API” tadi. ​APA ITU PENTAHELIX? Pentahelix itu model kolaborasi 5 unsur/aktor utama untuk menyelesaikan satu masalah besar. ​Kalau Triple Helix =…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *