SOLUSI ADA 3 LANGKAH KONKRIT YANG HARUS DILAKUKAN BIAR PT DI “BANGKIT TERBANG LAGI” :

KN-Jakarta, Bukan wacana. Harus ada keberanian kebijakan seperti 7 Pilar Amanah yang pernah saya Sbp sampaikan.

​3 LANGKAH KONKRIT MENGEMBALIKAN PT DI SEPERTI PINDAD & PAL :

​LANGKAH 1 (PERTAMA) : JAMINAN PASAR DARI NEGARA = “MARKET FIRST”

Masalah : Pindad ada order panser, PAL ada order kapal. PT DI ordernya tidak pasti.

Solusi :

  1. ​PP / Keppres : Semua kebutuhan pesawat TNI, Polri, Kementerian, BUMN WAJIB 80% dari PT DI dulu. Kalau tidak mampu baru impor.
  2. ​Kontrak Jangka Panjang 10 Tahun : Contoh : TNI AU butuh 50 CN-235, TNI AD butuh 20 N219, Pelni butuh 10 N219. Biar PT DI berani investasi.
  3. ​Skema “Leasing Pemerintah” : Negara sewa ke PT DI, lalu sewakan ke maskapai perintis. Maskapai dapat pesawat, PT DI dapat cashflow.

​Ibarat : Mau pabrik jalan harus ada “langganan tetap” dulu.

​LANGKAH 2 (KEDUA) : SELESAIKAN 1 PRODUK UNGGULAN SAMPAI SERTIFIKASI & EKSPOR

Masalah : Terlalu banyak proyek jalan bersamaan = N-219, R-80, N-245. Akhirnya tidak ada yang tuntas.

Solusi :

  1. ​FOKUS 1 KUDA : Pilih 1 tipe yang paling realistis. Contoh: N-219. Pasar perintis ASEAN + Afrika masih terbuka lebar.
  2. ​Dana Talangan Negara : Gelontorkan dana khusus untuk sertifikasi FAA/EASA. Ini “tiket” buat ekspor.
  3. ​After Sales Service Dunia : Bangun MRO di 3 benua. CN-235 laku karena sparepart + servisnya cepat.

​Ibarat : Jangan bikin 3 jenis mobil sekaligus. Bikin 1 jenis dulu sampai laris, baru kembangkan.

​LANGKAH 3 (KETIGA) : BENAHI TATA KELOLA + SDM + EKOSISTEM :

Masalah : Biaya tinggi karena 70% komponen impor & birokrasi.

Solusi :

  1. ​”PT DI Tbk” atau JV Strategis : Buka untuk investor strategis + anak bangsa. Dana segar + manajemen profesional. Tapi saham mayoritas tetap negara.
  2. ​Wajibkan TKDN 40% dalam 5 Tahun : Dorong 100 UKM dirgantara. Bikin baut, kabel, interior di dalam negeri. Turunkan biaya.
  3. ​Rekrut “Komandan Proyek” Bersertifikat : Direktur Proyek harus orang yang pernah loloskan pesawat sampai sertifikasi. Gaji setara industri global. Ini amanah kompetensi.

​KESIMPULAN :

​PT DI TIDAK BOLEH “HIDUP SEGAN MATI TAK MAU”.. Negara butuh PT DI untuk kedaulatan. Kalau Pindad & PAL bisa maju karena ada order + kebijakan, PT DI juga pasti bisa.

​RUMUSNYA : ORDER + FOKUS + TATA KELOLA = PT DI TERBANG LAGI

​PENUTUP:

​Ini artikel ke-3 untuk HUT PT DI : “3 Jurus Menyelamatkan PT DI di Usia 50 Tahun”

(Bagaimana Sdr2ku yang terhormat , setuju dengan 3 langkah tersebut?)… Matur nuwun… salam hormat  dari saya Sbp…sekian dan…WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH…

( Dengan doa tulisan saya Sbp dalam HUT PT-DI ke 50 tahun ini dapat menjadi lonceng bagi pemegang AMANAH)

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

 

  • Related Posts

    Kabut Asap di Riau: Negara Harus Hadir Sebelum Api Menyala

    Oleh: Amril Jambak KN-Pekanbaru, Kabut asap kembali datang. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat kembali disuguhi pemandangan yang sama: udara berbau asap, langit memutih, masker kembali dipakai, petugas berjibaku memadamkan api,…

    Human Trafficking Recruiters Still Operate Widely

    KN. Indonesia has tightened border controls to combat human trafficking and illegal labor recruitment. Between January and July 2026, immigration authorities prevented 8,287 Indonesians from departing through unauthorized employment channels…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *