KN. Dari Usamah bin Zaid r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sepeninggalku nanti, tidak ada fitnah yang paling membahayakan kaum laki-laki selain daripada wanita”.
Dari Abu Sa’id al Khudriy r.a, dari Nabi Saw., beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepada kamu sekalian. Kemudian Allah mengunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutlah dunia dan takutlah wanita. Karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa kaum bani Israil adalah kaum wanita”.
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh Allah Ta’ala lebih gembira dengan taubat salah seorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang”.
Dari Abu Ayyub al Anshariy r.a, dari Rasulullah Saw., beliau bersabda, “Seandainya kamu sekalian tidak mempunyai dosa sedikitpun yang patut diampuni Allah, tentu Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mempunyai dosa yang akan Dia ampuni bagi mereka”
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Nabi Saw. bersabda, “Tatkala Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya yang berada di sisi-Nya di atas Arsy : “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih besar daripada murka-Ku”.
Dari Salman al Farisi r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai seratus rahmat. Dari ke seratus itu ada satu rahmat yang digunakan oleh para makhluk untuk saling mengasihi di antara mereka. Sedang yang sembilan puluh sembilan, untuk hari kiamat kelak”.
Dari Abu Musa r.a, dari Nabi Saw., beliau bersabda, “Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tangan-Nya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari, sehingga matahari terbit dari barat”.
Dari Abdullah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Tak seorangpun lebih menyukai pujian daripada Allah. Karena itu Dia memuji dirinya sendiri. Dan tak seorangpun lebih cemburu daripada Allah, karena itu Dia mengharamkan segala yang keji”.
Dari Anas r.a, ia berkata : “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw., lalu berkata : “Ya Rasulullah, saya telah melanggar hukum. Maka tegakkanlah hukum atas diriku (hukumlah saya) !”. Anas berkata : “Ketika itu telah masuk waktu shalat, maka shalatlah ia berjamaah bersama-sama dengan Rasulullah Saw. Setelah selesai shalat ia berkata lagi : “Ya Rasulullah, saya telah melanggar maka tegakkanlah hukum atas diriku sesuai dengan kitab Allah”. Nabi Saw. bertanya : “Apakah engkau tadi shalat berjamaah bersama-sama kami”. Ia menajwab : “Ya”. Nabi Saw. bersabda, “Niscaya Allah mengampuni engkau”.
Dari Ibnu Umar r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Perumpamaan orang munafiq ialah seperti seekor domba bingung diantara dua ekor kambing. Domba itu hilir mudik, sekali waktu datang ke kambing yang satu dan pada kali yang lain menuju kambing yang satunya lagi”.
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Allah Ta’ala menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya kemudian berfirman : “Sayalah raja (penguasa). Mana dia raja-raja di bumi ?”.
Dari Abdullah bin Umar : ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Kelak pada hari kiamat, Allah akan menggulung langit kemudian dipegangnya dengan tangan kanan-Nya seraya berfirman : “Sayalah raja ! Mana orang-orang yang sewenang-wenang ? Mana orang-orang yang congkak ? Kemudian Dia melipat bumi dengan tangan kiri-Nya lalu berfirman : “Saya adalah raja ! Mana orang-orang yang wewenang-wenang ? Mana orang-orang yang congkak ?”
Dari Sahal bin Sa’d r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Besok pada hari kiamat manusia dikumpulkan pada tanah putih bersemu merah seperti roti yang lembut. Di sana tidak ada tanda bagi siapapun”.
Dari Aisyah r.a, ia berkata : “Saya bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang firman Allah Azza wa Jalla : “Besok pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (begitu pula langit….” (Ibrahim, 14 : 48), maka di manakah manusia ketika itu ya Rasulullah ?” Rasulullah Saw. bersabda, “Di atas Shirath”.
Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata : Ada seorang laki-laki bertanya : “Ya Rasulullah, bagaimana orang kafir digiring di atas wajahnya pada hari kiamat ?” Rasulullah Saw. menjawab : “Bukankah Dzat yang membuatnya berjalan di atas kedua kakinya di dunia, juga kuasa membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat ?” Qatadah berkata : “Benar, demi kekuasaan Tuhan kita”.
Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengurangi kebajikan orang-orang mukmin. Ia diberi upah di dunia dan pahala di akhirat. Sedangkan orang kafir, ia diberi rizki dengan kebajikan yang dikerjakan di dunia. Setelah sampai di akhirat tidak ada lagi kebajikan yang mesti dibalas”.
Dari Ka’b bin Malik r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Perumpamaan hidup seorang mukmin bagaikan pohon yang lemah, ditiup angin ke kanan dan ke kiri. Pada suatu ketika ia dibanting bungkuk, tetapi pada kali yang lain ia tegak lurus kembali. Demikianlah keadaannya (ia dapat bertahan hidup) sampai pohon itu mati. Sedangkan perumpamaan orang kafir adalah seperti pohon yang kokoh kuat di atas akarnya tak tergoyahkan oleh apapun, sampai ia tumbang sekaligus”.

Dari Jabir r.a, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk membuat orang-orang yang shalat di semenanjung Arab menyembahnya. Tetapi ia tetap berusaha menghasut di antara mereka”.
Dari Jabir r.a, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Singgasana Iblis berada di lautan. Lalu ia mengerahkan pasukannya untuk mengganggu manusia. Maka barangsiapa yang lebih besar membuat bencana, ialah yang lebih besar jasanya (terhormat) di kalangan mereka”.
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap orang diantara kalian pasti ada penyertaannya berupa jin”. Para sahabat bertanya : “Engkau juga ya Rasulullah ?”. Rasulullah Saw. menjawab : “Saya juga”. Hanya saja Allah menolong saya, sehingga saya selamat (dari kejahatan dan godaannya). Ia hanya menyuruh saya berbuat kebajikan”.
Dari Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah Saw., beliau bersabda, “Tidak seorangpun dari kamu sekalian yang amalnya akan dapat menyelamatkannya.” Seorang laki-laki bertanya : “Amal anda juga seperti itu ya Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Ya, saya juga. Hanya Allah melimpahiku dengan rahmat-Nya. Tetapi berusahalah benar !”.
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak seorangpun dapat masuk sorga dengan lantaran amalnya”. Lalu beliau ditanya orang : “Anda juga ya Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Saya juga tidak, kecuali jika Tuhan melimpahkan rahmat-Nya”.
Dari Jabir r.a, ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Bukan amal seseorang yang memasukkan ke dalam sorga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga saya, tetapi adalah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka”.
Dari Aisyah r.a istri Rasulullah Saw, ia mengkhabarkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Berusahalah benar, mendekatlah dan bergembiralah ! Karena tidak seorangpun dimasukkan ke dalam sorga oleh amalnya”. Para sahabat bertanya : “Amal anda juga begitu ya Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Amal saya juga begitu. Tetapi Allah Ta’ala melimpahkan dengan rahmat-Nya. Dan ketahuilah, bahwa amal yang paling disukai oleh Allah Ta’ala adalah amal yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit”.
Dari Mughirah bin Syu’bah r.a, ia berkata : “Nabi Saw. pernah melakukan shalat sampai bengkak kedua tumit beliau. Lalu beliau ditanya orang : “Mengapa anda memaksa diri begini ?” Padahal Allah Ta’ala telah mengampuni dosa anda semuanya, baik yang telah lampau atau yang akan datang”. Rasulullah Saw. menjawab : “Apakah saya tidak boleh menjadi seorang hamba yang bersyukur”.
Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sorga itu dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi oleh segala yang disukai oleh nafsu”.
Dari Muhammad r.a, ia berkata : “Pada suatu ketika para sahabat berlomba cepat saling mengingatkan (berdiskusi). Manakah penduduk sorga yang lebih banyak, laki-laki atau perempuan ?” Abu Hurairah r.a, berkata : “Bukankah Rasulullah Saw. bersabda : Bahwa rombongan yang pertama-tama masuk sorga bagai cahaya bulan purnama. Kemudian rombongan sesudahnya bagaikan cahaya bintang yang gemerlapan di langit. Masing-masing dari mereka mempunyai pasangan dua orang yang sumsum betisnya tampak dari balik daging. Di sorga tidak seorangpun yang sendirian (tanpa jodoh)”.
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya rombongan yang pertama masuk sorga itu bagaikan bulan purnama dan rombongan sesudahnya bagaikan terangnya cahaya bintang yang bersinar di langit. Mereka tdak buang air kecil, dan tidak buang air besar. Tidak membuang ingus dan tidak meludah. Sisir mereka dari emas, dan keringat mereka kesturi. Pedupaan mereka kayu gaharu yang bagus. Istri mereka bidadari, akhlak mereka sama, bentuk mereka seperti nenek moyang mereka Adam, yang tingginya enam puluh hasta”.
Dari Jabir r.a, ia berkata : ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya penduduk sorga makan dan minum di dalamnya. Tetapi mereka tidak meludah, tidak buang air kecil dan tidak buang air besar, dan tidak membuang ingus”. Para sahabat bertanya : “Bagaimana makanan yang mereka makan ?” Beliau menjawab : “Sendawa dan keringat, seperti rembesan minyak misik. Mereka diberi ilham agar bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka diberi ilham agar bernafas”.
Dari Abu Sa’id Al Khudriy dan Abu Hurairah r.a, dari Nabi Saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang masuk sorga maka akan selalu merasakan nikmat, tidak akan tertimpa bencana. Pakaiannya tidak akan usang dan kepemudaannya tidak akan sirna”.








