Ukraina jangan batu teroris di Suriah !

KN. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menuduh Ukraina membantu teroris yang menyerang Suriah dan menuntut agar Kiev segera menghentikannya. Tuduhan tersebut, yang dilontarkan Asisten Menteri dan Kepala Departemen Eurasia Iran Mojtaba Damirchilu, dilaporkan oleh kantor berita Iran Tasnim.

Damirchilu mengatakan dia mengetahui adanya laporan yang mengklaim Ukraina telah menjual senjata kepada pemberontak di Suriah dan membantu mereka memperoleh identitas. “Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang jelas terhadap kewajiban internasional pemerintah terkait pencegahan dan pemberantasan terorisme,” tegas dia.

“Teheran telah menuntut agar Kiev segera menghentikan bantuannya kepada kelompok teroris,” ungkap diplomat tersebut. Damirchilu juga mengecam tuduhan yang berulang kali dikeluarkan pejabat Kiev bahwa Iran telah memasok senjata ke Rusia di tengah konfliknya dengan Ukraina.

“Satu-satunya tujuan dari pernyataan tidak berdasar tersebut adalah untuk membujuk Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Uni Eropa (UE) untuk memasok lebih banyak senjata ke Kiev,” papar dia.

“Iran tidak ikut campur dalam konflik dan secara konsisten meminta kedua belah pihak untuk menyelesaikan krisis melalui perundingan,” pungkas diplomat tersebut.

  • Related Posts

    Ribuan Buruh Bakal Kepung Kemenkeu 9 Juli, Said Iqbal Desak Menkeu Purbaya Hapus Pajak JHT

    KN-JAKARTA — Ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek dipastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis, 9 Juli 2026. Aksi ini dipicu oleh tuntutan…

    Kasus Korupsi SPAM Pesawaran: Kubu Dendi Ramadhona Hadirkan Saksi Meringankan, JPU Soroti Isu Aliran Dana

    KN-BANDAR LAMPUNG — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran. Persidangan yang digelar…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *