KN. Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa al-Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah Saw. ia berkata : “Wahai Rasulullah, bagaimana Wahyu itu turun kepada engkau ?” Rasulullah Saw. menjawab, “Terkadang wahyu turun kepadaku seperti suara gemerincing lonceng, dan itu cara yang paling berat bagiku, setelah suara gemerincing itu tidak terdengar, maka aku telah menguasai apa yang telah difirmankan-Nya. Adakalanya malaikat datang kepadaku dengan menyerupai sosok seorang laki-laki. Dia mengajakku berbicara sehingga aku menguasai setiap perkataannya. ‘Aisyah mengatakan : “Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada beliau pada saat cuaca sangat dingin di hari itu, tetapi aku melihat keringat beliau bercucuran hingga wahyu itu selesai ditutunkan”.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari ia menceritakan tentang masa terputusnya wahyu, ia mengungkapkan perkataan Rasulullah, “Ketika aku berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit, lalu aku menengadah dan aku melihat malaikat yang datang kepadaku ketika aku di Gua Hira. Malaikat itu duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa takut dan segera pulang ke rumah. Aku berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku !” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya : “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah ! lalu beri peringatan ! dan Tuhanmu agungkanlah ! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah”.(QS. al-Mudatsir : 1-5). Setelah itu, wahyu pun mulai diturunkan secara berangsur-angsur”.
Diriwayatkan dari Abu Musa, dia berkata : “Wahai Rasulullah, Islam yang bagaimanakah yang paling utama ?” Rasulullah SAW. bersabda, “Yaitu ia yang tidak menyakiti muslim lainnya baik dengan lisannya maupun dengan tangannya”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah : “Islam yang terbaik seperti apa ?” Beliau bersabda, “Memberikan makanan dan mengucapkan salam baik kepada orang yang engkau kenali ataupun tidak yang engkau kenali”.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, dia bekata : “Rasulullah Saw. adalah orang yang paling pemurah hati, beliau lebih bermurah lagi apabila pada bulan Ramadhan, yaitu ketika beliau bertemu Jibril; Jubril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajarkan al-Qur’an kepada beliau. Rasulullah Saw. lebih pemurah dibandingkan dengan angin yang dikirim Allah untuk menurunkan hujan”.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, dia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Islam dibangun di atas lima prinsip dasar : Bersaksi bahwa tidak Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw. bersabda, “Keimanan itu terbagi menjadi lebih dari enam puluh bagian. Dan malu adalah satu bagian dari cabang keimanan”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a, Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang muslim adalah orang yang tidak menyakiti muslim lainnya baik dengan lisannya maupun dengan tangannya. Dan orang yang hijrah adalah ia yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah”.








