Penerimaan negara tahun 2024 tidak capai target

KN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, total pendapatan negara pada tahun ini tidak akan mencapai target, meski kondisinya lebih baik dibanding tahun lalu.

“Pada akhir tahun bahkan masih tumbuh, meski tidak tinggi, tapi cukup decent untuk situasi yang tidak mudah, tumbuh dari tahun lalu, meski tak capai target karena target 2024 waktu itu dibuat cukup tinggi,” kata Sri Mulyani saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2025, Jakarta.

Adapun total target pendapatan negara dalam APBN 2024 senilai Rp 2.802,29 triliun, sedangkan realisasi pendapatan negara pada 2023 senilai Rp 2.774,3 triliun, lebih tinggi dari target APBN 2023 dalam Perpres 75/2023 senilai Rp 2.637,25 triliun.

Tak capai targetnya pendapatan negara pada 2024 sebetulnya sudah tercermin dari realisasi per November 2024 yang baru senilai Rp 2.492,7 triliun atau 89% dari target. Meski begitu, realisasi per akhir bulan itu tumbuh 1,3% (yoy) per November 2024. Realisasi ini utamanya ditopang oleh pajak.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengungkapkan dari total pencapaian penerimaan ini, setoran pajak mencapai Rp 1.688,93 triliun atau setara 85% dari target di APBN 2024.

Kinerja ini sebenarnya masih jauh dari target, padahal sisa tahun ini hanya tinggal sebulan lagi. Namun, Anggito menegaskan penerimaan ini masih on track dan sesuai siklusnya.

Dari data Kemenkeu, penerimaan pajak Rp 1.688,93 triliun, terdiri dari PPN dan PPnBM Rp 707,76 triliun (87,23% dari target); PPh Migas Rp 58,89 triliun (77,10%); PPh Nonmigas Rp 885,77 triliun (83,30%) dan PBB Rp 36,52 triliun (96,76%).

Sementara itu, penerimaan bea cukai mencapai Rp 257,8 triliun per November 2024. Capaian ini setara dengan 80,3% dari target. Secara rinci, bea masuk tercatat tumbuh 4% (yoy) menjadi Rp 47,7 triliun atau 83,2% dari target pada November 2024 dan bea keluar sebesar Rp 17,3 triliun atau tumbuh 47,9% (yoy). Besaran bea keluar ini setara dengan 98,7% dari target APBN 2024.

Lebih lanjut, penerimaan cukai mencapai Rp 192,7 triliun, tumbuh 2,8% pada November 2024. Setoran cukai ini setara dengan 78,3% dari target APBN 2024.

Lalu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 522,4 triliun. Besaran PNBP ini telah melampaui target APBN 2024, tepatnya 106,2% dari sasaran pemerintah. Capaian ini utamanya disumbang oleh peningkatan kinerja BUMN dan satuan kerja BLU.

  • Related Posts

    Revolusi BUMN: Kepala BP BUMN Pangkas 1.000 Perusahaan Menjadi 300, Sinergi Kini Jadi Kewajiban

    KN-JAKARTA – Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan langkah radikal dalam menata ulang ekosistem perusahaan pelat merah. Dalam upaya meningkatkan daya saing global dan efisiensi negara, pemerintah menargetkan…

    BPK Temukan 251 Perusahaan Tambang Beroperasi Tanpa RKAB, Risiko Lingkungan dan Kerugian Negara Menanti

    KN-JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan mengejutkan terkait carut-marut tata kelola pertambangan di Indonesia. Dalam dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025, BPK mencatat sebanyak 251…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *