Mensesneg: Kepuasan Publik 79,9% Bukan Kejar-kejaran Angka, Fokus Pemerintah Adalah ‘Perang’ Melawan Kemiskinan

KN-JAKARTA, Pemerintah menegaskan bahwa tingginya angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 79,9 persen bukanlah tujuan akhir. Fokus utama kabinet saat ini tetap tertuju pada percepatan program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa meskipun hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan penerimaan publik yang tinggi, pemerintah tidak menjadikan angka tersebut sebagai acuan utama dalam bekerja.

“Bukan hasil survei yang kita kejar. Yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang memang kita yakini bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat kita,” ujar Prasetyo di Jakarta.

Tiga Front “Perang” Pemerintah
​Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan agenda besar yang diibaratkan sebagai sebuah “perang” domestik. Tiga sektor utama yang menjadi musuh bersama pemerintah saat ini adalah:

Kemiskinan: Menjadi target utama pengentasan melalui kebijakan ekonomi.

Kualitas Pendidikan: Fokus pada perbaikan sarana dan mutu pengajaran.

Kualitas Kesehatan: Memastikan akses kesehatan yang layak bagi seluruh rakyat.
​“Kita ini perang dengan kemiskinan, perang dengan masalah kualitas pendidikan kita, perang dengan masalah kualitas kesehatan. Musuh kita hari ini itu,” tegasnya.

Proses Panjang Program Strategis
​Pemerintah menyadari bahwa sejumlah program besar membutuhkan waktu untuk mencapai hasil optimal. Salah satu tantangan nyata yang dihadapi adalah renovasi sekitar 300.000 unit sekolah di seluruh Indonesia.

Prasetyo memproyeksikan perbaikan infrastruktur pendidikan ini baru bisa rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menekankan bahwa selama target-target tersebut belum tuntas sepenuhnya, pemerintah belum akan merasa puas meski survei menunjukkan angka positif.

Data Survei Indikator
​Sebagai informasi, survei Indikator Politik Indonesia ini digelar pada 15–21 Januari 2026. Berikut adalah teknis pelaksanaannya:
​Jumlah Responden: 1.220 orang.
​Metode: Simple Random Sampling.
​Margin of Error: ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasilnya menunjukkan mayoritas masyarakat mengapresiasi langkah-langkah awal pemerintahan Prabowo, namun pemerintah memilih untuk tetap menginjak bumi dan fokus pada kerja nyata di lapangan.

Sumber foto: Wikipedia

Related Posts

Koalisi Masyarakat Sipil Riau Desak Pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah

KN-PEKANBARU – Koalisi Masyarakat Sipil Riau Penyokong Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau secara resmi dideklarasikan oleh Johny Setiawan Mundung selaku Dinamisator Koalisi Masyarakat Sipil Riau bersama 20 organisasi Masyarakat Sipil…

SUDAH BANYAK KORBAN KERACUNAN MBG, NAMUN SAMPAI HARI INI BELUM ADA YANG DIPROSES MELALUI JALUR HUKUM SECARA TEGAS DAN KERAS BERDASARKAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA…ARTINYA POK DO LEMAH

KN-Jakarta, Saya Sbp paham betul keprihatinan dan kemarahan Masyarakat. ​Kalau memang sudah banyak korban keracunan MBG/ SPPG tapi sampai hari ini belum ada proses hukum yang tegas dan keras, itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *