Tingkatkan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan, Jajaran Kanwil Aceh Gelar Audiensi Bersama Wamenko Kumham Imipas

KN-ACEH BESAR – Dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Aceh, jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Aceh menggelar audiensi bersama Wakil Menteri Koordinator Kumham Imipas, Prof. Otto Hasibuan, pada Minggu (31/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Aula VIP Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Aceh, Yan Rusmanto, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Rayon I, termasuk Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Akhmad Heru Setiawan.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Aceh, Yan Rusmanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Wamenko untuk berdialog langsung. Forum ini dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran Kanwil Aceh untuk memaparkan kondisi riil serta tantangan strategis yang dihadapi di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wamenko atas kesempatan dan waktunya. Forum ini menjadi sarana krusial bagi kami untuk menyampaikan dinamika situasi serta tantangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Aceh,” ujar Yan Rusmanto.

Empat Poin Fokus Optimalisasi Pembinaan
​Audiensi ini berfokus pada penguatan program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dengan menitikberatkan pada empat poin utama:

Dukungan Reintegrasi Sosial: Mengoptimalkan program pembinaan yang berorientasi penuh pada kesiapan WBP untuk kembali ke masyarakat.

Sinergi dan Kemitraan: Meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya guna memperluas pelatihan kemandirian serta pemasaran hasil karya WBP secara berkelanjutan.

Peningkatan Sarana dan Prasarana: Memperbaiki dan menambah fasilitas pendukung pelatihan kemandirian untuk mendongkrak kualitas mutu pembinaan.

Penguatan Sektor Reintegrasi & Peran Bapas: Menegaskan peran strategis Balai Pemasyarakatan (Bapas) sesuai nomenklatur terbaru, serta memastikan pemenuhan hak integrasi bagi WBP yang memenuhi syarat secara transparan.

Respon Positif Wamenko Kumham Imipas
​Menanggapi laporan tersebut, Wamenko Kumham Imipas, Prof. Otto Hasibuan, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Aceh. Ia menegaskan bahwa masukan dari daerah merupakan potret konkret yang sangat dibutuhkan oleh kementerian pusat untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

“Terima kasih atas aspirasi yang disampaikan oleh Kakanwil beserta jajaran. Forum ini memberikan gambaran jelas mengenai persoalan, hambatan, serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Ini akan menjadi perhatian serius dan pertimbangan utama kami untuk segera menindaklanjuti hal-hal yang paling krusial,” tegas Prof. Otto Hasibuan.

Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun momentum berkelanjutan untuk memperkuat sinergi vertikal antara pusat dan daerah. Koordinasi yang terukur ini diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan, sehingga program pembinaan—khususnya di Lapas Kelas IIA Banda Aceh—dapat berjalan lebih humanis, optimal, dan memberikan dampak nyata saat WBP kembali ke tengah masyarakat.

  • Related Posts

    7 Tahun Buron, Koruptor Dana Desa Pidie Diciduk Saat Jadi Petani Kopi di Bener Meriah

    KN-SIGLI – Pelarian panjang KHAIDIR Bin M. Kasem akhirnya kandas. Setelah tujuh tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), buronan kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Gampong…

    Kemenperin Dukung Lampung Jadi Klaster Industri Pangan Nasional Berbasis Singkong

    KN-BANDAR LAMPUNG — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara resmi menyatakan dukungannya untuk menetapkan Provinsi Lampung sebagai klaster industri pangan nasional berbasis singkong. Dukungan strategis ini diberikan guna mengoptimalkan potensi luar biasa…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *