Defisit Anggaran dan Blokade Logistik: Rusia Kewalahan Hadapi Strategi Baru Ukraina

KN-KYIV — Intelijen Pertahanan Ukraina mengungkapkan bahwa Rusia saat ini tengah menghadapi tekanan berat, baik di medan perang maupun di sektor finansial.

Kombinasi antara tingginya angka kehilangan personel, krisis anggaran, dan keberhasilan strategi blokade logistik Ukraina mulai mengubah dinamika konflik secara signifikan.

Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, menyatakan bahwa intensitas pertempuran saat ini telah merugikan Rusia secara masif. Menurut data terbaru, Rusia mencatat 179 kerugian (personel/aset) per kilometer persegi kemajuan wilayah yang mereka klaim. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 67 kerugian per kilometer persegi.

“Tingkat kerugian ini jauh lebih tinggi daripada perkiraan kemampuan Rusia untuk menggantinya saat ini melalui proses perekrutan baru,” ujar Fedorov.

Krisis Finansial: Cadangan Emas Rusia Terkuras
​Tak hanya di garis depan, Moskow juga dilaporkan semakin kesulitan membiayai ambisi militernya. Setelah melampaui seluruh alokasi defisit anggaran tahun 2026 hanya dalam kurun waktu hingga bulan April, Rusia terpaksa menguras cadangan devisanya.

Kondisi ini diperparah dengan pengurangan cadangan emas Rusia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data dari Bank Sentral Rusia:
​Emas yang dijual: 27,9 ton sepanjang tahun ini.
​Nilai penjualan: Lebih dari USD 4 miliar.
​Dampak: Cadangan emas Rusia kini berada pada titik terendah sejak awal invasi skala penuh diluncurkan pada Februari 2022.

Operasi ‘Penguncian Logistik’ Ukraina Membuahkan Hasil
​Keberhasilan Ukraina merebut kembali sekitar 400 kilometer persegi (154,5 mil persegi) wilayahnya juga dipengaruhi oleh hilangnya akses Rusia ke layanan satelit Starlink. Sebelumnya, pasukan Rusia memanfaatkan satelit tersebut untuk sistem penargetan dan tembakan balasan artileri.

Selain itu, Ukraina kini tengah menggandakan taktik baru yang disebut sebagai program “Penguncian Logistik” (Logistics Lockdown). Strategi ini berfokus pada interseptasi jalur pasokan Rusia melalui serangan drone dan artileri jarak menengah.

 

Foto: PikiranRakyat.com

Related Posts

Gagal Capai Kesepakatan Dagang, Donald Trump Minta Apple Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

KN-NEW YORK — Danau Ontario yang membentang di perbatasan antara Kanada dan negara bagian New York, Amerika Serikat, mendadak viral di media sosial. Danau yang dikelola bersama oleh kedua negara…

Kabut Asap di Riau: Negara Harus Hadir Sebelum Api Menyala

Oleh: Amril Jambak KN-Pekanbaru, Kabut asap kembali datang. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat kembali disuguhi pemandangan yang sama: udara berbau asap, langit memutih, masker kembali dipakai, petugas berjibaku memadamkan api,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *