KN-EAST RUTHERFORD, N.J. – Tim nasional Jerman harus menutup babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 dengan catatan kurang memuaskan. Meski tampil agresif di lini serang, rapuhnya lini pertahanan membuat anak asuh Julian Nagelsmann takluk 1-2 dari Ekuador yang tampil gigih di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Kamis (25/6/2026) waktu setempat.
Walaupun kalah, Jerman tetap melaju ke babak gugur dengan status juara grup. Sementara itu, kemenangan dramatis ini memastikan Ekuador mengamankan tiket kelolosan ke fase selanjutnya.
Gol Cepat Sane dan Respons Kilat Ekuador
Die Mannschaft sebenarnya memulai laga dengan sangat baik. Pertandingan baru berjalan beberapa menit ketika Aleksandar Pavlović berhasil merebut bola dari situasi lemparan ke dalam. Bola yang sempat mengenai Pedro Vite langsung disambar oleh Florian Wirtz, yang kemudian mengirimkan umpan matang kepada Leroy Sané untuk dikonversi menjadi gol pembuka. Meski sempat ada protes dari para pemain Ekuador, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Namun, keunggulan Jerman tidak bertahan lama. Ekuador berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan akurat Nilson Angulo dari jarak 20 yard yang menghujam sudut bawah gawang Manuel Neuer. Gol ini sekaligus menjadi gol perdana Ekuador di turnamen ini. Setelah gol penyeimbang tersebut, sisa babak pertama berjalan sengit dengan duel-duel fisik di lini tengah.
“Ketika Anda memulai pertandingan dengan sangat baik dan memimpin, Anda harus fokus pada ruang-ruang kosong. Hari ini kami sedikit kehilangan kendali setelah memimpin,” ujar pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, usai laga.
Drama VAR dan Gol Kemenangan Ekuador
Memasuki babak kedua, laga langsung berjalan dengan tensi tinggi. Baru berjalan 30 detik, Jerman sempat mengira mereka mendapatkan hadiah penalti setelah Kai Havertz dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, setelah intervensi VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut karena adanya pelanggaran yang terjadi lebih dulu dalam proses membangun serangan.
Ekuador yang membutuhkan kemenangan mutlak untuk lolos langsung mengambil alih momentum. Dukungan masif dari suporter di stadion membakar semangat tim asuhan Sebastián Beccacece.
Petaka bagi Jerman datang lewat skema serangan balik yang cepat. Kevin Rodríguez berhasil memenangi duel udara melawan Jonathan Tah, dan bola liar langsung disambar oleh Gonzalo Plata yang mendahului sergapan Manuel Neuer untuk mengubah skor menjadi 2-1. Gol ini memicu selebrasi emosional dari kubu Ekuador, termasuk sang pelatih yang berlari hingga ke tiang korner.
“Itulah inti kehidupan, belajar bagaimana menghadapi penderitaan dan memiliki keteguhan, keyakinan, kepercayaan diri, ketenangan, serta keyakinan. Di tengah kesulitan, kami selalu menunjukkan ketenangan,” kata manajer Ekuador, Sebastián Beccacece.
Rotasi Pemain dan Evaluasi Nagelsmann
Tertinggal satu gol, Nagelsmann mencoba menyegarkan tim dengan melakukan sejumlah rotasi pemain. Namun, para pemain pengganti gagal memberikan dampak instan dan minim kreativitas untuk membongkar pertahanan rapat Ekuador.
Meski laga ini tidak mengubah posisi Jerman di puncak klasemen, Nagelsmann mengaku kecewa dengan hasil akhir namun menjadikannya sebagai bahan evaluasi penting menyongsong babak 16 besar.
”Kekalahan tidak pernah menyenangkan, bahkan dalam pertandingan di mana Anda tidak bisa kehilangan posisi teratas di grup. Kami belajar dari kesalahan dan terus maju,” pungkas Nagelsmann.
Foto: Goal.com






