KN-DEPOK — Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama kelompok gerakan mahasiswa demokratis menggelar aksi unjuk rasa berskala besar pada Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Merebut Kemerdekaan”, elemen mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai persoalan krusial terkait kondisi ekonomi dan demokrasi nasional saat ini.
Aksi massa ini diikuti oleh ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI, BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), BEM IPB University, serta konsorsium kelompok gerakan mahasiswa lainnya. Berdasarkan reka alur gerakan, titik kumpul massa dimulai dari kampus UI Depok sebelum melakukan konvoi bergerak menuju pusat ibu kota dengan titik aksi utama di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Dalam pergerakannya, massa membawa sejumlah tuntutan mendesak yang disuarakan kepada pemerintah pusat, antara lain:
- Evaluasi Program Pemerintah: Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Kemitraan Desa-Masyarakat-Pemerintah (KDMP) yang dinilai perlu dievaluasi total.
- Pendidikan Gratis: Mengakomodasi dan mewujudkan hak pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia hingga jenjang perguruan tinggi.
- Penghentian Represi & Militerisme: Mendesak pemerintah untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat serta menolak intervensi militerisme di ruang-ruang sipil.
- Kritik Pidato Kepresidenan: Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menarik ucapan dalam berbagai pidatonya yang dinilai membelakangi dan mengingkari kenyataan hidup rakyat kecil saat ini.
Aksi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI ini merupakan kelanjutan dari gelombang gerakan mahasiswa yang sebelumnya telah diusung pada bulan Juni 2026 lalu. Para koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini akan terus digulirkan secara konsisten hingga tuntutan rakyat dan mahasiswa mendapat tanggapan konkret dari pemerintah.







