KN-JAKARTA — Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya secara tertib, aman, dan kondusif. Meski demikian, pihak kepolisian tetap memberikan perhatian khusus terkait ditemukannya sejumlah barang berbahaya dan senjata tajam di sekitar lokasi aksi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut telah usai tanpa insiden besar. Namun, Satgas Penegakan Hukum (Gakum) sempat mengamankan beberapa benda berisiko tinggi.
”Satgas Gakum menemukan satu bilah pisau yang dibawa oleh oknum berinisial AM yang diduga mahasiswa. Selain itu, ditemukan pula satu buah golok di dalam ambulans, tepatnya di sebelah kursi pengemudi. Keduanya saat ini masih didalami terkait motif dan tujuan membawanya,” ujar Budi Hermanto dalam keterangan doorstop-nya.
Langkah Preventif dan Pengamanan Barang Berbahaya
Budi menegaskan bahwa barang berbahaya dan senjata tajam dilarang keras dibawa dalam aksi penyampaian pendapat di muka umum karena berpotensi membahayakan petugas, peserta aksi, hingga masyarakat di sekitar lokasi.
Pendekatan pengamanan Polda Metro Jaya, lanjutnya, mengedepankan tindakan preventif dan edukasi ketimbang sekadar penegakan hukum sebagai opsi terakhir (ultimum remedium).
Selain penemuan pisau dan golok, petugas pengamanan juga mencatat penanganan hukum sebelumnya:
- 21 orang sempat diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Barang bukti disita: 12 petasan, beberapa flare, dan 6 botol yang diduga kuat akan dirakit menjadi bom molotov.
- Seluruh barang bukti dan oknum yang diamankan masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
Bantuan Kemanusiaan untuk Peserta Aksi
Di balik pengalihan arus dan pengamanan ketat, kehadiran personel gabungan TNI dan Polri juga difokuskan pada aksi bantuan kemanusiaan. Dalam aksi tersebut, seorang mahasiswa berinisial AF sempat pingsan di lokasi kejadian.
Tim medis dari gabungan TNI dan Bidokkes Polda Metro Jaya dengan sigap memberikan pertolongan pertama sebelum merujuk pasien menggunakan ambulans ke RS Bunda Asih. Kondisi AF dilaporkan telah sadar dan mendapatkan perawatan memadai.
Urgensi Kelancaran Arus Lalu Lintas di Bundaran HI
Mengenai dampak lalu lintas, sempat terjadi kemacetan (stuck) di sekitar lokasi demonstrasi. Kepolisian langsung mengambil tindakan rekayasa lalu lintas dengan membuka jalur busway serta mengarahkan kendaraan ke jalur-jalur alternatif. Setelah massa membubarkan diri, personel TNI-Polri bergotong royong membersihkan sampah dan material tersisa di jalan.
Budi Hermanto mengingatkan pentingnya menjaga kelancaran kawasan Bundaran HI sebagai salah satu titik vital perekonomian nasional.
”Bundaran HI adalah center of gravity Indonesia. Di sana terdapat pusat perbelanjaan, sentra ekonomi, moda transportasi massa, hingga area konsulat negara asing. Jika terjadi stagnasi lalu lintas di Bundaran HI, dampaknya bisa mengekor hingga Patung Kuda, Semanggi, Sudirman, Slipi, dan Gatot Subroto yang berpotensi melumpuhkan aktivitas Jakarta,” jelasnya.
Lokasi Resmi Penyampaian Aspirasi
Guna mengantisipasi kelumpuhan lalu lintas di area vital, Polda Metro Jaya imbau masyarakat dan elemen mahasiswa untuk memanfaatkan lokasi-lokasi resmi yang telah disiapkan pemerintah untuk berdemonstrasi, antara lain:
- Kawasan Gedung DPR/MPR RI
- Silang Monas Selatan (wilayah Istana Negara)
- Kawasan Parkir Senayan
- Titik lokasi khusus di sejumlah kementerian/lembaga terkait.
Pemerintah dan kepolisian memfasilitasi penyampaian aspirasi untuk kawasan Bundaran HI agar diarahkan ke lokasi-lokasi alternatif tersebut demi kenyamanan bersama.
Terkait adanya rencana konsolidasi dan aksi lanjutan dari elemen mahasiswa, Polda Metro Jaya menyatakan akan terus memantau dan mendalami perkembangan situasi di lapangan agar kondisi keamanan Jakarta tetap terjaga.







