KN. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Aku diperintahkan hijrah ke sebuah kota yang akan menaklukan seluruh kota lainnya. Dan kota tersebut (Madinah) akan mengeluarkan semua orang jahat layaknya tungku perapian membersihkan karat pada besi”.
Diriwayatkan dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa kami bersama Rasulullah Saw. kembali dari Tabuk. Ketika sampai di Madinah, Rasulullah bersabda, “Ini adalah Thaba”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya keimanan akan kembali ke Madinah, seperti kembalinya seekor ular ke sarangnya”.

Diriwayatkan dari Sa’id bahwa aku mendengar bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang hendak berbuat jahat kepada orang-orang Madinah, niscaya dia akan hancur, seperti hancurnya garam yang dimasukkan ke dalam air”.
Diriwayatkan dari Usamah, dia berkata, “Suatu saat, Rasulullah Saw. naik ke tempat-tempat tinggi (atau benteng) di Madinah, seraya bersabda, ‘Kalian lihat apa yang aku lihat, aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah, yaitu sela-sela rumah kalian, layaknya tempat jatuhnya tetesan air hujan'”.
Diriwayatkan dari Abu Barkah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Madinah tidak akan dimasuki ketakutan yang ditimbulkan oleh Dajjal. Saat itu Madinah mempunyai tujuh gerbang, setiap gerbang akan dijaga oleh dua malaikat”.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah Saw. menguraikan hadits yang panjang tentang Dajjal, salah satu uraiannya adalah beliau bersabda, “Dajjal akan datang, dia terlarang untuk menuju Madinah. Dia hanya bisa singgah di sebuah tempat, yaitu tempat yang tandus bergaram di luar Madinah. Saat orang terbaik akan datang menemuinya seraya berkata kepadanya, ‘Aku bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal yang dikabarkan oleh Rasulullah kepada kami’. Dajjal akan menjawab, ‘Apabila aku membunuh orang ini lalu aku hidupkan kembali, apakah engkau akan meragukan kekuasaanku?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak akan’. Kemudian Dajjal membunuh orang itu dan menghidupkannya kembali. Setelah hidup kembali, orang itu berkata, ‘Demi Allah, sekrang aku lebih mengetahui tentang engkau daripada sebelumnya’. Dajjal berkata, ‘Aku akan membunuhnya kembali'”. Tetapi dia tidak dapat menguasainya lagi.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada satu negeri pun yang tidak dimasuki oleh Dajjal kecuali kota Makakah dan Madinah. Tidak ada satu jalan masuk pun ke dua kota tersebut, kecuali dijaga oleh malaikat yang menghadangnya. Kemudian Madinah diguncang gempa tiga kali, dan Allah akan mengeluarkan orang-orang kafir dan munafik dari sana”.
Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi pernah berdo’a : “Ya Allah, jadikanlah keberkahan untuk kota Madinah, dua kali lebih besar dari keberkahan yang Engkau berikan untuk kota Makkah”.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa pada saat Rasulullah Saw. memasuki kota Madinah, Abu Bakar dan Bilal jatuh sakit. Manakala sakit Abu Bakar bertambah parah, dia menggumamkan syair :
Setiap diri,
Bersama keluarga lewati pagi
Sedang mati,
Tak lebih jauh dari jemari
Pada saat Bilal mulai sembuh, dia juga melantunkan syair berikut:
Aku ingin,
Tinggal di lembah yang penuh idzkir dan jalil
Aku ingin,
Meneguk air Majinnah
Di antara gunung Syama’ dan Thafil
Rasulullah sendiri memanjatkan do’a : Ya Allah, laknatlah Syaibah bin Rabi’ah, Utbah bin Rabi’ah dan Umayyah bin Halaf sebagaimana mereka telah menyingkirkan kami dari bumi (kelahiran kami) ke bumi yang penuh dengan penyakit”. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Ya Allah, jadikanlah Madinah ini kita yang kami cintai, sebagaimana cinta kami terhadap kota Makkah atau lebih dari itu. Ya Allah, berkahilah bagi kami pada setia sha’ dan mud kami. Jadikanlah cuaca di Madinah nyaman bagi kami. Jauhkanlah demam ke al-Juhfah”. ‘Aisyah menambahkan, “Pada saat kami tiba di Madinah, saat itu Madinah adalah tanah yang dipenuhi wabah dan lembah Buthhan digenangi air berwarna”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Puasa adalah perisai. Maka orang yang berpuasa tidak boleh bersetubuh ataupun berbuat jahil. Dan jika ada seseorang yang mengajak berseteru atau mencela cukup katakan kepadanya, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Rasulullah melanjutkan, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, bau mulut orang yang berpuasa, bagi Allah lebih harum dibandingkan minyak kesturi’. Allah berkata, ‘Inilah hamba-Ku, dia tinggalkan makan, minum dan syahwat karena Aku. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, dan baginya satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya'”.
Diriwayatkan dari Sahl bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang bernama ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan memasukinya, sedangkan selain mereka tidak dapat memasukinya”. Saat itu dikatakan, “Di manakah orang-orang yang berpuasa?” Lalu mereka berdiri, tidak ada seorangpun selain orang-orang yang berpuasa, yang dapat memasukinya. Sehingga setelah semua orang yang berpuasa telah masuk, pintu itu dikunci kembali dan tidak seorang pun dapat memasukinya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan dua hal yang dicintainya di jalan Allah, maka di setiap gerbang surga akan diserukan kepadanya, ‘Wahai hamba Allah, inilah kekayaanmu. Ahli shalat akan diseru dari gerbang shalat, ahli jihad akan diseru dari gerbang jihad, ahli puasa akan diseru dari gerbang puasa, yaitu pintu ar-Rayyan, dan ahli sedekah akan diseru dari gerbang sedekah'”. Abu Bakar berkata, “Demi ayah dan ibuku yang jadi jaminannya, wahai Rasulullah, tidak ada kesedihan bagi orang yang diseru dari tiap-tiap pintu itu, lalu apakah ada hamba yang diseru dari semua gerbang itu ?” Beliau bersabda, “Ada, dan aku berharap engkau adalah salah satunya”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Pada saat bulan Ramadhan tiba, maka di bukakanlah pintu-pintu surga”.

Dalam riwayat lain yang masih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit akan terbuka lebar dan pintu-pintu neraka akan tertutup rapat, sedangkan setan-setan akan dibelenggu”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk di bulan Ramadhan, Allah sama sekali tidak butuh atas puasanya”.







