KN. Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar, dia berkata, “Pada masa Rasulullah SAW. ibuku datang menemuiku. Saat itu dia adalah seorang musyrik. Maka aku meminta fatwa kepada Rasulullah, Sesungguhnya ibuku menemuiku dan meminta hadiah dariku, apakah aku harus memenuhinya?'” Beliau bersabda, “Bersikap baiklah kepadanya”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Ada empat puluh kebaikan. Yang paling tinggi dari semuanya adalah manihah domba betina. Tidak ada orang yang berbuat kebaikan dengan mengharapkan pahala dari Allah dan dengan penuh keyakinan atas semua janji-Nya, melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam surga”.
Manihah adalah unta atau domba betina yang dipinjamkan kepada seseorang untuk diambil air susunya, setelah itu dikembalikan kepada pemiliknya.

Diriwayatkan dari Abu Bakrah bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?” Beliau mengulangi pertanyaan tersebut sebanyak tiga kali. Para sahabat menjawab, “Tentu ya Rasulullah”. Kemudian beliau bersabda, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua”. Kemudian beliau bangkit dan melanjutkan sabdanya, “Dan ingatlah, jangan kalian memberikan kesaksian palsu”. Beliau terus membahas tentang kesaksian palsu tersebut, sehingga kami mengira beliau tidak akan berhenti membahasnya.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW. mendengar seseorang yang membacakan al-Qur’an di dalam masjid. Lalu beliau bersabda, “Semoga Allah mencurahkan kasih sayang kepadanya. Dia telah mengingatkan aku akan ayat ini dan itu yang lepas dari ingatanku”.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW. melaksanakan shalat tahajjud di rumahku. Beliau mendengar suara ‘Abbad yang sedang mengerjakan shalat tahajjud di dalam masjid. Lalu beliau bertanya, “Wahai ‘Aisyah, apakah itu suara ‘Abbad ?” ‘Aisyah menjawab, “Ya”. Kemudian beliau bersabda, “Semoga Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada ‘Abbad”.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW. memanggil untuk menghadap pada malam perang Uhud, saat itu dia berusia empat belas tahun, beliau tidak memberi izin untuk ikut berperang. Kemudian tahun berikutnya, beliau memanggilku menghadap pada malam perang Khandak, dan beliau mengizinkanku ikut berperang.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang hendak bersumpah, maka bersumpahlah dengan nama Allah, jika tidak (dengan nama Allah, maka lebih baik) diam”.
Diriwayatkan dari Ummu Kultsum bin Uqbah bahwa aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Orang yang berusaha mendamaikan manusia, dengan mereka-reka sesuatu untuk kebaikan, maka dia termasuk tidak berdusta”.

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’id bahwa penduduk Quba saling melempar batu satu sama lain. Pada saat beliau diberitahukan tentang hal itu, beliau bersabda, “Marilah kita pergi untuk mendamaikan mereka”.
Diriwayatkan dari Abu Bakrah, dia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah SAW. berdiri di atas mimbarnya, sedangkan Hasan bin Ali berada di sampingnya. Kadang pandangannya terarah kepada orang-orang dan adakalanya beliau arahkan kepada al-Hasan, lalu beliau bersabda, ‘Sesuhgguhnya anakku ini adalah seorang sayyid. Semoga Allah menjadikannya sebagai orang yang akan mendamaikan antara dua kelompok besar di antara kaum muslimin'”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah mempunyai 99 nama, dan barangsiapa yang memahami 99 nama tersebut (dan mengamalkannya), maka dia akan masuk surga”.
Diriwayatkan dari Amr bin al-Harits saudara istri Rasulullah SAW. Juwariyah binti al-Harits, dia berkata, “Rasulullah wafat dan tidak meninggalkan sekeping dirham atau dinar pun, juga tidak meninggalkan budak baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada sesuatu yang beliau tinggalkan kecuali seekor bighal putih miliknya, senjata dan sebidang tanah yang dijadikannya sebagai sedekah”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Aufa bahwa ia pernah ditanya apakah Rasulullah SAW. pernah berwasiat. Dia menjawab, “Tidak pernah”. Dikatakan kepadanya, “Bagaimana tentang perintah beliau kepada manusia untuk meninggalkan wasiat ?” Dia menjawab, “Rasulullah mewasiatkan Kitabullah”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW., “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling utama ?” Rasulullah bersabda, “Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, membutuhkan, menginginkan kaya raya dan takut kefakiran. Dan jangan engkau tangguhkan sedekahmu hingga maut menyesakkan di tenggorokan, sehingga engkau berkata, ‘Untuk si anu sekian dan sekian’. Pada saat itu kekayaan bukan lagi milikmu, telah menjadi milik ahli warisnya”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ketika turun firman Allah : “Berilah peringatan kepada keluarga terdekatmu”. (QS. as-Syu’ara : 214). Rasulullah SAW. bangkit dan berkata, “Wahai orang-orang Quraisy (atau dengan panggilan yang serupa dengan itu), selamatkan…
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa pada masa Rasulullah, ayahnya pernah mengeluarkan sedekah dari harta miliknya, yaitu sebuah kebun kurma yang disebut Tsamgun. Umar berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai harta yang sangat berharga bagiku, dan aku ingin bersedekah dengan harta itu”. Rasulullah SAW. bersabda, “Keluarkanlah sebagai sedekah wakaf, dengan syarat tanah dan pohon-pohonnya tidak akan dijual ataupun diberikan sebagai hadiah, juga tidak akan diwariskan. Tapi buah-buahnya boleh diambil sebagai sedekah. Maka Umar memberikannya sebagai sedekah bagi orang-orang yang melakukan perjalanan di jalan Allah, budak-budak yang dimerdekakan, orang-orang miskin, para tamu dan peziarah serta sanak dan kerabat. Orang-orang yang mengurusnya pun diperkenankan mengambil manfaat darinya dengan batas kewajaran dan adil, dan diperbolehkan memberi izin kepada kawannya untuk mengambil manfaat darinya tanpa mengambil pembayarannya”.






