KN. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah berfirman : ‘Anak manusia mencela-Ku, padahal tidak sepantasnya mereka mencela-Ku, mereka mendustakan Aku, padahal tidak sepatutnya mereka melakukan itu. Celaan mereka atas Aku adalah dengan mengatakan bahwa aku mempunyai anak keturunan, sedangkan pendustaan mereka adalah dengan mengatakan bahwa Aku tidak dapat membangkitkan mereka kembali sebagaimana aku telah mengawali penciptaan mereka'”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Ketika Allah menyempurnakan penciptaan, Dia menulis di dalam kitab-Nya di atas singgasana-Nya, ‘Kasih sayang-Ku mengungguli murka-Ku'”.
Diriwayatkan dari Abu Dzar bahwa “Pada saat matahari tenggelam Rasulullah SAW. berkata kepadaku, “Tahukah engkau, di mana matahari saat tenggelam?” Aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari pergi untuk sujud di bawah singgasana-Nya, dia minta izin untuk terbit kembali dan diizinkan Allah. Kelak akan tiba suatu masa di mana ia (matahari) akan mensujudkan dirinya, lalu sujudnya tidak diterima oleh-Nya, lalu dia meminta izin untuk terbit kembali tetapi tidak diizinkan-Nya. Dikatakan kepadanya, “Kembalilah ke tempat engkau terbit”. Maka matahari pun terbit dari sebelah barat”. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah yang berbunyi,”Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS. Yasiin : 38).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Matahari dan bulan akan dilipat pada hari kiamat”.
Diriwayatkan dari Abu Bakrah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Waktu telah berputar dan kembali kepada keadaan asalnya di mana Allah pertama kali menciptakan langit dan bumi. Setahun terdiri dari dua belas bulan, empat bulan diantaranya termasuk bulan haram (suci), tiga bulan berurutan yaitu, Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharram, sedangkan satu lagi Rajab mudhar yang ada diantara bulan Jumadi Tsani dan Sya’ban.”
Bulan Rajab ini dinisbahkan kepada Bani Mudhar.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, istri Nabi, bahwa dia mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya malaikat turun di antara awan-awan, mereka memperbincangkan tentang ketetapan di langit. Lalu setan-setan mencuri dengar dari mereka, lalu menyampaikannya kepada tukang tenung disertai dengan seratus kebohongan”.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa apabila Rasulullah SAW. melihat awan di langit, muncul sesuatu yang sepertinya mengganggu beliau. Roman wajahnya berubah dan beliau bolak balik keluar masuk rumah. Manakala hujan turun, maka beliau mulai tenang kembali. ‘Aisyah memperhatikan keadaan tersebut. Beliau bersabda, “Aku takut mungkin inilah yang dimaksud dalam ayat : ‘Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka : ‘Inilah awan yang akan manurunkan hujan kepada kami’. (Bukan !) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih'”.
Diriwayatkan dari Abdullah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, beliau adalah orang yang benar dan dipercaya, “Penciptaan manusia dihimpun di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi gumpalan darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi gumpalan daging selama empat puluh hari juga. Kemudian Allah mengutus malaikat yang diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, dikatakan kepada malaikat itu, ‘Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, dan bahagia atau celakanya’. Setelah itu ditiupkan roh kepadanya. Jadi, mungkin saja salah seorang dari kalian melakukan amal baik sehingga jarak dirinya dengan surga tinggal sejengkal saja dan kemudian apa yang telah dituliskan mengubah perilakunya sehingga mulai melakukan amalan buruk yang dilakukan oleh calon penghuni neraka. Demikian halnya salah seorang dari kalian, bisa saja melakukan perbuatan buruk sehingga jaraknya tinggal sejengkal dari neraka, tetapi apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya sehingga dia mulia melakukan amalan baik yang dilakukan oleh calon penghuni surga”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan mengatakan bahwa Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Maka Jibril pun mencintai hamba tersebut. Lalu Jibril memanggil para penghuni langit dan mengatakan, “Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia !” Maka seluruh penghuni langit pun mencintainya. Setelah itu, hamba tersebut diberikan anugerah berupa penerimaan dari penduduk bumi”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Pada hari Jum’at, berdirilah para malaikat di setiap pintu-pintu masjid, mereka menuliskan jama’ah yang masuk satu per satu secara berurutan. Manakala imam sudah duduk di atas mimbarnya, maka mereka menutup buku catatannya dan ikut serta mendengarkan khutbah yang disampaikan Imam”.






