BURUH TANI NELAYAN JANGAN TERJEBAK JANJI-JANJI DI PILKADA

Oleh: Andi Naja FP Paraga

Stramed, Kampanye Pemilihan Kepala Daerah adalah ajang Para Kandidat Gubernur,Walikota/bupati bersama pasangannya serta Tim Pemenangannya menawarkan Ide dan Program. Biasanya ide dan Program itu sangat brilian dan solutif sehingga publik tertarik untuk menentukan dan memastikan pilihan.

Buruh Tani Nelayan juga menjadi target kampanye yang prioritas bahkan didekati dengan langkah-langkah strategis dan masif karena Kelompok Buruh Tani dan Nelayan adalah kelompok besar dimana dukungan suaranya sangat menentukan nasib Seorang Kandidat Kepala Daerah.

Pilkada Serentak Desember 2020 harusnya menjadi momen bagi Buruh Tani dan Nelayan untuk bersatu menetapkan Kreteria Kepala Daerah yang dikehendakinya. Karena itu Forum Buruh Tani dan Nelayan harus bisa leading memulai diskusi dengan Para Kandidat. Jangan terjebak dengan Pola lama dimana Buruh Tani dan Nelayan mendukung penuh Seorang Kandidat tanpa membuat Kesepakatan Bersama dengan Kandidat.

Kini sudah Bulan November 2020 artinya satu bulan lagi Pilkada Serentak akan diselenggarakan. Sudahkah memastikan Pasangan Siapa yang didukung. Sudahkah ada MoU dengan Pasangan tersebut. Apakah ada Konstribusi Para Kandidat saat ini kepada Buruh Tani dan Nelayan ketika kita dihadapkan pada Krisis akibat Corona (Covid19).

Hari ini Buruh Tani dan Nelayan adalah Penerima Bantuan Sosial terbesar termasuk Subsidi dari Pemerintah Pusat. Pertanyaannya bagaimana dengan didaerah,adakah Pemerintah Daerah dan Para Kandidat Kepala Daerah mendorong program ini. Konkritnya seperti apa. Jika tidak,sebaiknya Buruh Tani Nelayan harus meminta hak-hak mereka.

Buruh Tani Nelayan tidak boleh terjebak dengan bingkisan Bansos kampanye atau Amplop Kampanye yang mungkin beredar begitu luas. Jangan terjebak Serangan Fajar yang bisa merusak kesejahteraan yang seharusnya didapatkan selama 5 tahun kedepan. Ingatlah tidak sedikit janji politik tidak bisa dipenuhi namun kita sering lupa hanya karena Serangan Fajar yang menggiurkan. Mungkin angka dan jumlahnya tidak seberapa tetapi bisa mengorbankan kehidupan Buruh Tani Nelayan 5 Tahun kedepan.

Advertorial Media kini dipenuhi Paparan Kampanye Kandidat Kepala Daerah. Buruh Tani dan Nelayan harus membaca dan melihat faktanya. Jika Petahana yang berbicara di Advertorial maka bandingkan dengan faktanya 5 tahun terakhir selama ia berkuasa. Jika Kandidat itu Penantang jangan lupa lihat dan ingat jejak rekamnya dan pastikan janji-janji kampanye Para Penantang itu masuk akal dan mengakomodir keinginan Buruh Tani dan Nelayan.

Pilkada satu bulan lagi Buruh Tani Nelayan tak boleh hanya menjadi Sasaran Kampanye. Jika Perlu kalau ada Kandidat yang sudah menandatangi MoU dengan Buruh Tani dan Nelayan maka turutlah memenangkan mereka. Saatnya Buruh Tani dan Nelayan Sejahtera ditangan Seorang Calon Kepala Daerah yang berpihak kepada Kesejahteraan kalian.(ANFPP08/11/20)

Penulis
Ketua Pengurus Pusat
Federasi Media Informatika dan Grafika Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PP FMIG-KSBSI)

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

Related Posts

MPWAA Salurkan Ribuan Wakaf Al-Qur’an dari Tiga Negara untuk Korban Banjir Peureulak

​KN-ACEH TIMUR,  Majlis Penyerahan Wakaf Al-Qur’an Aceh (MPWAA) menyalurkan bantuan hasil donasi masyarakat dari tiga negara tetangga—Malaysia, Brunei, dan Singapura—untuk masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu…

Legitimasi Kuat: Kepuasan Publik 79,9% Buktikan Kebijakan Presiden Prabowo Menjawab Kebutuhan Riil Rakyat

​KN-JAKARTA, Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menyentuh angka 79,9 persen dinilai bukan sekadar simbolis. Hasil ini menjadi penanda kuat bahwa kebijakan pemerintah saat ini memiliki legitimasi sosial…