Tegas! Pelatih Senegal Pape Thiaw Pilih Salat Jumat Ketimbang Final Piala Dunia: “Kami Takut kepada Allah, Bukan Angin”

KN-NEW JERSEY – Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mendadak menjadi perbincangan hangat di Amerika Serikat dan jagat media sosial. Hal ini menyusul pernyataan tegas dan religius yang disampaikannya dalam sesi konferensi pers terbaru terkait komitmennya menjaga ibadah salat Jumat di tengah peringatan cuaca ekstrem.

Peristiwa ini bermula ketika wilayah New Jersey, tempat timnas Senegal berbasis saat ini, dilanda angin kencang yang cukup ekstrem. Demi keselamatan, petugas keamanan setempat sebenarnya telah mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh anggota delegasi tetap berada di dalam ruangan. Namun, Pape Thiaw dan beberapa stafnya memilih untuk tetap keluar demi menunaikan ibadah salat Jumat.

Jawaban Menohok untuk Wartawan
​Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan mempertanyakan keputusan sang pelatih yang dianggap nekat dan mengabaikan peringatan keselamatan tersebut. Mendengar pertanyaan itu, Pape Thiaw memberikan jawaban menohok yang langsung membungkam ruangan konferensi pers.

“Apakah ada yang lebih penting daripada salat? Saya rasa itu bukan urusan Anda… Kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin,” ujar Thiaw dengan nada tegas.

Lebih lanjut, mantan pemain timnas Senegal tersebut mengingatkan hakikat utama kehidupan yang tidak boleh tergeser hanya karena urusan sepak bola.

“Kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah,” tambahnya.

Rela Kehilangan Gelar Juara Dunia Demi Ibadah
​Tidak tanggung-tanggung, Thiaw juga membuat analogi ekstrem untuk menunjukkan betapa prinsip keimanan di atas segalanya bagi tim berjuluk Les Lions de la Teranga tersebut. Ia menegaskan bahwa trofi tertinggi sepak bola pun tidak akan bisa menandingi kewajiban mereka sebagai seorang muslim.

“Bahkan kalau final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan salat Jumat, meski itu berarti kehilangan gelar juara,” tegas Thiaw.

Di akhir pernyataannya, ia meminta semua pihak asing untuk menghormati privasi dan prinsip spiritualitas yang dianut oleh timnya.
​”Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami,” pungkasnya.

Pernyataan berani Pape Thiaw ini langsung menuai reaksi luas secara global. Di satu sisi, publik Amerika menyoroti masalah kepatuhan terhadap protokol keselamatan lokal, namun di sisi lain, jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia memuji keteguhan iman dan prinsip hidup yang ditunjukkan oleh sang pelatih asal Afrika tersebut.
​#worldcup #senegal #papethiaw #sepakbola

Related Posts

Eks Komandan Relawan TKN Beberkan 3 Poros di Balik Kampanye “Destabilisasi” Ekonomi Nasional

KN-JAKARTA — Pemrakarsa 98 Resolution Network yang juga mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti, mengendus adanya agenda senyap di balik gejolak ekonomi domestik saat ini. Ia membeberkan adanya…

MUNGKINKAH KORUPTOR INI DITUMPAS SAMPAI TUNTAS

BAGAIMANA PENDAPAT ANDA…MARI KITA BEDAH BERSAMA. Disajikan oleh : SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI (Purn) AAU’69. Mungkinkah koruptor ditumpas tuntas? = _pertanyaan hidup-mati bangsa_. Fakta & data benar.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *