Dukung Program Presiden, Kapolri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas Indonesia ASRI Polri

KN-JAKARTA, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memperkuat dukungannya terhadap Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Komitmen ini diwujudkan melalui penerbitan Surat Telegram Kapolri yang menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat Mabes hingga Polsek, untuk mengimplementasikan program tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.
​Pembentukan Satgas ASRI

Sebagai langkah konkret, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H. (Kakorbinmas Polri) sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini memegang kendali penuh dalam mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan gerakan agar berjalan seragam di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026 lalu.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kadiv Humas.

Empat Pilar Fokus Utama
​Gerakan Indonesia ASRI di lingkungan Polri mencakup empat aspek krusial:
​Aman: Menjamin keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik.
​Sehat: Mewujudkan kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan personel dan warga.
​Resik: Pengelolaan kebersihan lingkungan secara terintegrasi.
​Indah: Mengedepankan estetika dan kenyamanan ruang publik.

Implementasi di Lapangan
​Untuk memastikan program ini bukan sekadar seremonial, Polri menetapkan sejumlah kegiatan rutin wajib:

“Satu Jam Awal Resik”: Setiap hari kerja, personel diwajibkan membersihkan dan menata ruang kerja satu jam sebelum tugas operasional dimulai.

“Korve Mako Terpadu”: Pembersihan mingguan area perkantoran, asrama, hingga penataan instalasi kabel dan drainase.

“Polri Peduli Lingkungan”: Aksi bulanan menyasar fasilitas umum dan rumah ibadah dengan melibatkan tokoh masyarakat serta ormas untuk memperkuat kemitraan.

Digital Branding dan Evaluasi
​Polri juga mengedepankan efisiensi dengan melakukan branding Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital tanpa cetak fisik. Kampanye dilakukan via media sosial dan videotron di seluruh jajaran kepolisian.

Kadiv Humas menegaskan bahwa pelaksanaan gerakan ini akan dimonitor dan dievaluasi secara berjenjang. “Ini adalah langkah nyata Polri mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan dan kedisiplinan,” pungkas Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Related Posts

Communications Ministry Presses Meta over Child Safety

KN. The Communications and Digital Affairs Ministry is pushing Meta to fully comply with the country’s Child Protection in Digital Space Regulation, known as PP TUNAS, following a landmark ruling…

Creative Economy Exports to United States Reach $3.31 Billion

KN. Creative Economy Minister and Creative Economy Agency Chief Teuku Riefky Harsya met with Indonesian Ambassador to the United States Dwisuryo Indroyono Soesilo at the Ministry of Creative Economy office…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *