Efek Domino Perang Iran vs AS-Israel: Inggris Terpuruk, Emiten Israel Berpesta, dan Popularitas Trump Anjlok

KN-Tehran, Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini memicu guncangan hebat di pasar global. Berikut adalah tiga dampak utama yang menjadi sorotan:

​1. Inggris Semakin Sengsara: Biaya Utang Meroket

​Ekonomi Inggris berada dalam tekanan besar. Biaya pinjaman pemerintah (imbal hasil obligasi/gilt) melonjak ke level 5%, titik tertinggi sejak krisis keuangan 2008.

  • ​Penyebab: Investor khawatir akan lonjakan inflasi akibat ketergantungan Inggris pada impor energi.
  • ​Dampak: Blokade Selat Hormuz memicu kenaikan harga gas dan minyak, yang memaksa pasar memperhitungkan risiko kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

​2. Sektor Energi Israel Raup Untung Besar

​Berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi global yang tidak stabil, emiten energi di Bursa Efek Tel Aviv (TASE) justru menunjukkan performa gemilang. Investor tampaknya tetap percaya pada fundamental jangka panjang aset lepas pantai Israel.

  • ​NewMed Energy: Valuasi mencapai ILS 23,2 miliar (naik 61% yoy).
  • ​Delek Group: Mencatat lonjakan fantastis sebesar 128,5% dalam setahun.
  • ​Navitas Petroleum: Membukukan imbal hasil saham sebesar 82,5%.

​3. Pamor Donald Trump Jatuh ke Titik Terendah

​Di dalam negeri, Presiden AS Donald Trump menghadapi badai kritik. Approval rating-nya merosot ke angka 36%, level terendah sejak ia kembali menjabat.

  • ​Sentimen Negatif: Publik tidak puas dengan cara Trump menangani ekonomi dan kenaikan biaya hidup, terutama setelah harga bensin melonjak sekitar US$1 per galon pasca-serangan ke Iran.
  • ​Manuver Politik: Trump dikabarkan mencoba mendekati Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai calon mitra masa depan. Namun, langkah ini belum membuahkan hasil positif di mata pemilih.
  • ​Peran Marco Rubio: Menteri Luar Negeri Marco Rubio kini menjadi sosok kunci di balik kebijakan luar negeri Trump yang agresif, termasuk dalam operasi militer di Iran dan Venezuela.

​Foto: ilustrasi (Iranian Army/WANA /Handout via REUTERS)

Related Posts

Pelapor Khusus PBB dan Amnesty International Desak RI Evaluasi Keanggotaan di Board of Peace

KN-JAKARTA — Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, menilai pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) tidak sejalan dengan hak menentukan nasib sendiri (self-determination) bagi rakyat Palestina maupun…

Indonesia at UNGA

KN. Indonesian Foreign Affairs Ministry Spokesperson Yvonne Mewengkang said Thursday that Foreign Minister Sugiono is scheduled to lead the Indonesian delegation during the High-Level Week of the 81st United Nations…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *