Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merekomendasikan pemerintah pusat menutup operasional PT Toba Pulp Lestari menyusul konflik agraria yang terus berlarut antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

KN. Pada Senin (24/11) lalu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merekomendasikan pemerintah pusat menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Ini menyusul konflik agraria yang terus berlarut antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Bobby memastikan Pemprov Sumut akan mengirim surat resmi kepada pemerintah pusat, paling lama dalam satu pekan sejak rekomendasi dibuat. Menurutnya, langkah ini penting karena operasional TPL berada di 12 kabupaten di wilayah Sumatera Utara.

Di lain sisi, Toba Pulp Lestari membantah menjadi biang kerok banjir dahsyat di Sumatra yang telah memakan korban jiwa hingga ratusan orang. Bantahan disampaikan perseroan melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/12).

“Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” kata Corporate Secretary TPL Anwar Lawden.

“Seluruh kegiatan HTI (Hutan Tanaman Industri) telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) oleh pihak ketiga untuk memastikan penerapan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari,” jelasnya.

Namun, TPL mengaku tetap membuka ruang dialog konstruktif untuk memastikan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan.

“Mengenai tuduhan deforestasi, kami tegaskan bahwa perseroan melakukan operasional pemanenan dan penanaman kembali di dalam konsesi berdasarkan tata ruang, Rencana Kerja Umum (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah ditetapkan pemerintah,” ucap Anwar.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang kerap dituduh sebagai pemilik PT Toba Pulp Lestari (TPL) akhirnya membuat klarifikasi. Melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, Luhut membantah tuduhan tersebut. Ia menolak dikaitkan dengan perusahaan yang diduga menjadi biang kerok banjir di Pulau Sumatra.

“Informasi tersebut adalah tidak benar. Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun-baik secara langsung maupun tidak langsung-dengan Toba Pulp Lestari,” kata Jodi dalam keterangan resminya, Kamis (4/12).

  • Related Posts

    MARI KITA BEDAH POSISI KPK DIANTARA KEJAKSAAN DAN KEPOLISIAN RI sebuah Analisis

    ​Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 (AMZ). KN-JAKARTA, Hal ini penting, agar rakyat nggak bingung “siapa dan ngapain”. ​VONIS AKAL SEHAT : Kalau…

    Kapolda Aceh Sambangi DJBC, Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan dan Narkoba

    KN-BANDA ACEH – Dalam upaya memperkuat garda keamanan dan penegakan hukum di Tanah Rencong, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *