Indonesia Urged to Bolster Governance, Anti-Graft Drive for OECD Bid

KN. Indonesia must strengthen legal governance and anti-corruption enforcement before joining the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), Law, Human Rights, Immigration and Corrections Coordinating Minister Yusril Ihza Mahendra said. He warned that OECD accession requires firm adherence to good-governance principles, including credible enforcement and institutional integrity, as Jakarta accelerates efforts to qualify for full membership.

  • Related Posts

    Jelang Ramadan, Relawan PMI Aceh Timur Gelar Bakti Sosial di Wilayah Pascabanjir Lokop

    ​KN-ACEH TIMUR,  Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, Tim Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Timur melaksanakan aksi bakti sosial di Kecamatan Serba Jadi Lokop pada…

    IKAWATI BPN Bener Meriah Hadiri Pertemuan Bulanan di Kanwil Aceh: Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Usaha Rumahan

    ​KN-BANDA ACEH, Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) Kantor Pertanahan Kabupaten Bener Meriah menunjukkan komitmennya dalam pengembangan diri dan ekonomi keluarga. Ketua IKAWATI Bener Meriah, Ny. Euis Dati Lukman, menghadiri…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *