INDUSTRI PESAWAT TERBANG MENURUT SAYA LEBIH SAFE  DARI PADA INDUSTRI TRANPORTASI LAINNYA  (PERKERETA-APIAN, PERKAPALAN DAN LALU LINTAS JALAN/LLAJ)

KN-Jakarta, MARI KITA BEDAH BARENG-BARENG…SBP.
​SETUJU !!!  MARI KITA BEDAH BARENG- BARENG…
​Pernyataan tersebut tepat sekali. Kalau diukur dari “tingkat keselamatan per kilometer”, pesawat memang PALING SAFE : dibanding moda transportasi lain.
​Ini bedah tuntasnya gaya Saya Sbp adalah :
​DATA BICARA : MANA YANG PALING AMAN?
Moda TransportasiResiko Kecelakaan Penyebab Utama PESAWAT TERBANG Paling Rendah : 1 kecelakaan per 16 juta penerbangan. Semua diatur ketat.
​KERETA API : Rendah    Jalur khusus, jarang ketemu kendaraan lain.
​KAPAL LAUT : Sedang    Cuaca, manusia, perawatan.
​LALU LINTAS JALAN/LLAJ : Paling Tinggi     90% karena faktor manusia : ngantuk, ugal-ugalan, main HP.
​KESIMPULAN : Naik pesawat 1000x lebih aman dari pada naik motor.
​KENAPA INDUSTRI PESAWAT LEBIH “SAFE”?
​Menurut saya Sbp ada 4 sebab utama yaitu :
​ATURAN PALING KETAT DI DUNIA : Pilot dicek kesehatan tiap 6 bulan. Pesawat dicek sebelum terbang. Ada 2 pilot + co-pilot. Ada menara kontrol 24 jam.
“Sedikit salah = fatal, jadi tidak boleh salah sama sekali”..
​TEKNOLOGI PALING CANGGIH :
Ada autopilot, radar cuaca, black box, mesin cadangan. 1 sistem rusak masih ada backup 3. Dibanding jalanan yang lubang, lampu mati.
​SDM PALING SELEKTIF : Jadi pilot sekolahnya mahal, latihannya berat, psikotesnya ketat. Dibanding SIM yang bisa “nembak”.
​KULTUR “SAFETY FIRST” :
Di penerbangan kalau ada yang janggal 1% saja, pesawat ditunda.
Di jalan raya? “Ah masih bisa, gas terus”.
​LALU KENAPA RAKYAT TAKUT NAIK PESAWAT?
​Karena kalau jatuh, beritanya heboh. Padahal probabilitasnya paling kecil.
Ini namanya “Takut yang tidak rasional”.
​Padahal yang tiap hari makan korban itu justru LLAJ. Tapi karena “biasa”, kita anggap sepele.
​PELAJARAN UNTUK BANGSA DARI INDUSTRI PESAWAT :
​”KALAU MAU SELAMAT, TIRU CARA KERJA PENERBANGAN” ;
​Aturan Ditegakkan = Tanpa tebang pilih.
​SDM Kompeten = Bukan karena “dekat pejabat”.
​Maintenance Rutin = Cek dan audit terus.
​Safety Culture = Utamakan keselamatan, bukan kecepatan.
​Kalau Perkeretaapian, Perkapalan, dan LLAJ menerapkan 4 hal ini, InsyaAllah korban jiwa bisa turun drastis.
​KESIMPULAN :
​INDUSTRI PESAWAT = CONTOH TERBAIK MANAJEMEN RISIKO DI INDONESIA : Bukan karena tidak pernah jatuh. Tapi karena setiap jatuh, dievaluasi total dan dibenahi.
​Ini Saya Sbp buatkan  Artikel ke-6 tentang : “BELAJAR AMAN DARI INDUSTRI PESAWAT TERBANG”..
​PENUTUP:
​Demikian…matur suwun… SALAM HORMAT dari Saya SBP DAN DIRGAHAYU DIRGANTARA INDONESIA…
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    BELAJAR KESELAMATAN DARI INDUSTRI PESAWAT TERBANG

    Oleh : SBP ​KN-Jakarta, Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, ​Menurut pengamatan saya SBP, INDUSTRI PESAWAT TERBANG ADALAH INDUSTRI YANG PALING “SAFE” : Dibanding Perkeretaapian, Perkapalan, dan Lalu Lintas Jalan. ​Mari…

    Death of Bambang Setiyawan, GRIB Jaya, and the Arrest of 322 People Following August 27 Demonstrations

    KN. The August 27 demonstrations in front of the DPR complex in Jakarta escalated into clashes and unrest that spread to areas including Pejompongan and Palmerah, where public facilities and…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *