Infrastruktur belum siap, ASN batal pindah ke IKN

KN. Pemerintah mengakui prosesi pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur mengalami keterlambatan dari jadwal rencana kerja yang telah ditetapkan. Keterlambatan program migrasi pegawai pemerintah ke ibu kota baru disebabkan belum siapnya infrastruktur primer seperti perumahan dan kantor ASN.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa menjelaskan, saat ini pemerintah tengah memastikan seluruh pembangunan fasilitas penunjang ASN di bandar baru dapat segera rampung. “Sebenarnya rencananya kan sudah dimulai bulan Agustus, September, lalu Oktober. Tapi memang, ini ada keterlambatan,” kata Suharso saat ditemui di Istana Wakil Presiden Jakarta.

Selain infrastruktur utama seperti perumahan dan kantor ASN, pemerintah saat ini juga sedang berupaya menyediakan fasilitas pendukung. Beberapa yang tengah dikebut adalah rumah sakit, sekolah, dan layanan publik seperti jaringan internet.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mengakui belum mendapati kabar terkini ihwal termin perpindahan ASN ke IKN. Dia hanya mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengejar keterlambatan itu dengan menyelesaikan pembangunan perumahan dan kantor ASN segera.

“Untuk mengejar keterlambatan itu, apakah pindah ASN memang mulai bulan ini atau bulan depan, tapi yang paling penting yang harus dipastikan adalah seluruh fasilitas untuk ASN yang pindah ke IKN,” ujar Suharso.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan pemindahan ASN ke IKN bakal dimulai sebelum Presiden Joko Widodo lengser. OIKN akan meresmikan beberapa infrastruktur yang rampung pada akhir pekan ini.

Plt Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berencana memulai pemindahan ASN mulai bulan ini. Namun, Basuki mengaku belum dapat memastikan jadwal penerbitan Keputusan Presiden terkait pemindahan ASN ke IKN.

Menurut Menteri PAN RB, pemindahan ASN ke IKN mulai dicicil bulan ini,” kata Basuki. Basuki mengatakan kunjungannya ke IKN merupakan bagian dari persiapan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Ia mencatat ada beberapa proyek infrastruktur di IKN yang akan rampung pada akhir pekan ini, seperti Pusat Pelatihan PSSI. Pusat pelatihan tersebut memiliki delapan lapangan sepak bola untuk keperluan latihan Tim Garuda di atas lahan seluas 34,5 hektare.

  • Related Posts

    Cegah Korupsi dari Kampus, KPK dan Menag Bedah Bahaya Gratifikasi dalam Perspektif Islam

    KN-JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkolaborasi dengan para tokoh agama dan akademisi menggelar webinar Pendidikan Antikorupsi Pendidikan Tinggi (Dikti) pada Kamis (4/6/2026). Mengusung tema “Gratifikasi Dalam Perspektif Agama Islam”,…

    BREAKING NEWS: KPK Gelar OTT di 3 Wilayah, Mantan Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Resmi Ditahan

    KN-JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) besar-besaran yang menjaring belasan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *