KN-MEUREUDU – Institut Pertanian Bogor (IPB University) bersama Bank Indonesia (BI) menggelar panen raya varietas padi unggul di Dayah Ummul Ayman III, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemandirian Ekonomi Pesantren yang menjadikan dayah tersebut sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan bisnis beras pesantren di Provinsi Aceh.
Perwakilan Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CI-BEST) IPB, Dr. Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa program ini difokuskan pada penguatan ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha pertanian berbasis komoditas beras.
Dalam program ini, IPB memperkenalkan dua varietas padi unggul, yaitu IPB 13S dan IPB 15S, yang dinilai mampu mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus adaptif terhadap perubahan iklim.
Inovasi Padi Cerdas Iklim dan Teknologi AWS
Menurut Ahmad, varietas IPB 13S memiliki sejumlah keunggulan strategis yang sangat menguntungkan para petani, di antaranya:
Hemat Input: Lebih efisien dalam penggunaan pupuk dan air.
Tahan Kekeringan: Memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca kering.
Produktivitas Tinggi: Berpotensi menghasilkan hingga 11 ton per hektare, dengan rata-rata produktivitas mencapai 8,5 ton per hektare.
“Varietas 13S ini merupakan varietas cerdas iklim. Selain produktivitasnya tinggi, kebutuhan pupuk dan airnya lebih hemat serta memiliki ketahanan terhadap kondisi kekeringan,” ujar Ahmad.
Tidak hanya membawa benih unggul, IPB juga mengintegrasikan teknologi modern berupa Automatic Weather Station (AWS).
Teknologi ini memungkinkan para santri dan petani setempat memantau kondisi cuaca secara real-time hanya melalui telepon genggam. Dengan AWS, petani dapat mengantisipasi perubahan cuaca, potensi serangan hama, penyakit tanaman, hingga risiko cuaca ekstrem secara dini.
Mendorong Penangkaran Benih Mandiri
Selain fokus pada konsumsi, IPB mendorong penuh pengembangan penangkaran benih di Pidie Jaya. Langkah ini diambil agar kebutuhan benih unggul di wilayah tersebut dapat dipenuhi secara mandiri di masa depan, sekaligus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional.
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Daerah. Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik berbagai inovasi pertanian yang diinisiasi oleh IPB di Dayah Ummul Ayman III.
Munawar menilai keberhasilan demonstrasi budidaya (demplot) varietas IPB 13S dan IPB 15S ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan riset akademis mampu meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan petani.
“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan mendukung pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas strategis seperti beras,” kata Munawar.
Ia juga menambahkan bahwa momen panen raya ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat Pidie Jaya pascabencana banjir yang sempat melanda. Sektor pertanian diharapkan kembali kokoh sebagai salah satu pilar utama pemulihan ekonomi daerah.






