KN-PIDIE JAYA – Universitas Syiah Kuala (USK) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program pemulihan ekonomi daerah melalui pendekatan sains. Langkah ini diwujudkan dengan menerjunkan tim pakar pertanian untuk mengawal dan mensukseskan program piloting penanaman tanaman rotasi bawang merah yang digagas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh di lahan kritis pascabencana hidrometeorologi.
Keberhasilan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan ini ditandai dengan pelaksanaan Panen Bawang Merah Bersama dalam agenda resmi BI bertajuk “Seremonial Upaya Penanggulangan Bencana di Lahan Bekas Bencana melalui Piloting Penanaman Tanaman Rotasi Bawang” yang digelar di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Selasa (7/7/2026).
Sinergi Lintas Lembaga Demi Pemulihan Ekonomi
Dalam acara tersebut, Rektor USK diwakili oleh Dr. Ir. Afdhal, S.T., M.Sc. (Direktur Direktorat Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK). Kehadiran unsur pimpinan USK ini berbarengan dengan sejumlah tokoh penting, antara lain, Agus Chusaini (Kepala BI Perwakilan Aceh), Safwadi, S.T., M.Sc., Ph.D. (Kepala Kanwil DJPb Aceh sekaligus Tim Satgas Bencana), Dr. Munawar Ibrahim, S.K.M., M.P.H. (Sekda Pidie Jaya, mewakili Bupati)
Usai prosesi panen, Dr. Ir. Afdhal menegaskan bahwa USK selalu siap berada di garis depan untuk mengkontribusikan keilmuan dan hasil riset terapan guna membantu Aceh keluar dari berbagai problem kebencanaan.
”Sinergi dalam menyukseskan program Bank Indonesia di Pidie Jaya ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan sains yang tepat, lahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pun dapat dipulihkan menjadi produktif kembali,” ujar Afdhal kepada awak media.
Dukungan Sains Spesifik untuk Lahan Kritis
Program piloting milik BI ini mendapatkan pengawalan teknis secara ketat dari para akademisi senior Fakultas Pertanian USK dengan spesialisasi yang saling melengkapi, di antaranya, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si, Prof. Dr. Rita Hayati, S.P., M.Si, Dr. Ir. Syahdul
Tantangan di Lapangan & Solusi Ilmiah
Karakteristik lahan bekas bencana ini dinilai sangat menantang karena menyisakan lapisan pasir setebal 30 sentimeter di permukaan, sementara lapisan bawahnya sangat padat dan keras akibat terendam air banjir.
Merespons kendala tersebut, tim pakar USK mengambil langkah-langkah strategis:
- Uji Laboratorium: Mengambil sampel tanah untuk dicek kandungannya di Laboratorium Fakultas Pertanian USK.
- Formulasi Khusus: Merumuskan formula nutrisi khusus setelah mengetahui kadar nutrisi tanah.
- Rekayasa Struktur Tanah: Merekomendasikan asupan bahan organik yang lebih tinggi dari biasanya untuk memperbaiki struktur tanah berpasir.
Rekomendasi ilmiah dan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya dari USK inilah yang kemudian diimplementasikan oleh BI bersama Kelompok Tani Jaya di lapangan hingga membuahkan hasil panen yang optimal.
Mitigasi Inflasi dan Capaian Kinerja Akademik
Keterlibatan aktif USK dalam mengawal program klaster ketahanan pangan milik BI ini merupakan representasi dari pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong dosen berkegiatan dan mengimplementasikan keilmuannya di luar kampus demi kemaslahatan publik.
Lewat keberhasilan panen rotasi bawang pada program piloting BI ini, USK ikut ambil bagian dalam tataran strategis penyediaan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan daerah guna menekan laju inflasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Hasballah, S.P., M.M. (mewakili Bupati Pidie), Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Aceh Ir. Khairil Anwar, M.P., unsur Forkopimda Pidie Jaya, serta para penyuluh pertanian setempat.
Foto: Acehonline.co






