Konflik Dua Desa di Maluku Barat Daya, GMNI: Kedepankan Dialog dan Pendekatan Persuasif

KN. Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Barat Daya, Ridolof Loimalitna, mengeluarkan seruan damai menyusul konflik yang terjadi antara warga di Desa Bebar Barat dan Desa Kumur di Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Konflik tersebut telah mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak.

“Kami mendesak semua pihak untuk mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif menghentikan segala bentuk kekerasan. Konflik ini tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah luka bagi seluruh masyarakat,” kata Loimalitna.

Loimalitna menekankan pentingnya peran tokoh adat dan pemimpin masyarakat untuk duduk bersama membicarakan jalan keluar yang lebih bermartabat. “Ini adalah tanah leluhur kita bersama, jangan sampai konflik merusak ikatan persaudaraan orang sudara yang telah terjalin selama bertahun-tahun,” ujarnya.

“Bersatulah dan berdamailah, karena hanya dengan persatuan, dan perdamaian Indonesia akan tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” lanjutnya.

Loimalitna berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan kepentingan bersama. “Mari kita kembalikan suasana damai di tanah Maluku Barat Daya. Konflik hanya akan menghambat pembangunan daerah kita,” pungkas Loimalitna.

Seperti diberitakan, insiden tersebut mengakibatkan satu warga Desa Bebar Barat mengalami luka akibat panah dan dua orang warga Desa Kumur terluka akibat tembakan senapan angin. Para korban itu kemudian menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

  • Related Posts

    Klaim BPJS Rp15 Miliar Ditolak, GeRMAS Desak Bupati Copot Direktur RSUD Yuliddin Away

    KN-TAPAKTUAN – Gerakan Pemuda Masyarakat Aceh Selatan (GeRMAS) menggelar aksi unjuk rasa guna menyuarakan keresahan terkait carut-marutnya manajemen RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUYA) Tapaktuan. Dalam aksi tersebut, massa membawa…

    Peringatan Hari K3 Sedunia dan Menjelang May Day 2026: Hentikan Bahaya Asbes, Perkuat Perlindungan Pekerja

    KN-JAKARTA, Momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia yang diperingati setiap 28 April kembali menjadi pengingat keras bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan sekadar slogan, melainkan hak dasar setiap…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *