MUSLIM ARBI : OMNIBUS LAW MENGUNTUNGKAN PEMILIK MODAL

Foto: Pengamat Politik Muslim Arbi, sumber foto: Suaramerdeka.id

Stramed-Jakarta. Ketika Redaksi bertanya “Apakah ada jaminan dalam Omnibus Law agar upah minimum pekerja tidak mengalami penurunan?”. Muslim Arbi dengan tegas menjawabnya, bahwa Omnibus law lebih menguntungkan pemilik modal. Sisi tawar pekerja malah lemah. Dan hak-hak pekerja malah di lucuti.
Berikut petikan wawancara Redaksi dengan pengamat politik Muslim Arbi di Jakarta belum lama ini.

Pertanyaan : Banyak pakar menilai Omnibus Law dapat mengatur sinkronisasi regulasi antar kementerian. Bagaimana tanggapannya?
Jawaban :
Pakar yang bilang sinkronisasi regulasi antar kementrian? Sinkronisasi yang bagaimana? Bukan kah Omnibus Law malah meniadakan sinkronisasi antar kementrian?

Pertanyaan : Beberapa pakar menilai Omnibus Law menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati, benarkah ?
Jawaban :
Bagaimana mau menjaga keseimbangan ekosistem kalau amdal yang mengatur soal ekosistem malah di buang?

Pertanyaan : Omnibus Law dikatakan akan memperbaiki aturan/regulasi bukan merusaknya. Ada tanggapan?
Jawaban :
Kalau omnibus law perbaiki aturan, mesti pemilik/stakeholder dan publik diajak bicara. Ini malah tidak sama sekali. Malah tahu-tahu RUU Omnibus law nongol di DPR. Omnibus Law itu dari mana asal usulnya juga tidak jelas. Konsep akademik mana? Berita acara serah terima antara Pemerintah dan DPR pada saat penyerahan RUU nya mana? Banyak yang pertanyakan itu. Malah Omnibus law di curigai sebagai konsep bajakan dari Salah satu Perusahaan swasta yang di selundupkan. Dapat info, DPR juga di tanya soal RUU Omnibus law itu jawabannya tidak jelas dan belepotan.

Pertanyaan : Apa langkah yang harus dilakukan pemerintah dan DPR agar Omnibus Law diterima masyarakat?
Jawaban :
Seharusnya Pemerintah dan DPR sebelum gulirkan RUU Omnibus Law minta pendapat publik, aktifis, para pekerja dan kaum Akademisi. Hal itu tidak di lakukan. Aktifis, Akademisi, para pekerja, diaanggap tidak ada, RUU Omnibus Law di anggap pesanan kalangan tertentu. Dan apa yang di lakukan sekarang tidak lebih dari kekuatan Oligarkis dan Pemilik modal yang ciderai demokrasi dalam rancangan sebuah UU (Red/Bima).

Related Posts

Cetak Sejarah! Alvin Tedjo, Politikus Keturunan Indonesia-Tionghoa Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

KN-MISSISSAUGA — Sebuah sejarah baru tercipta dalam panggung politik Kanada. Alvin Tedjo, seorang politikus berdarah Indonesia-Tionghoa, berhasil memenangkan pemilihan dan terpilih sebagai Wali Kota Mississauga yang baru, mengalahkan dua kandidat…

Isu Kim Jong-un Meninggal Dunia Dipastikan Hoaks, NIS Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Pemimpin Korea Utara

KN-PYONGYANG — Publik internasional belakangan ini dihebohkan oleh rumor yang menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, telah meninggal dunia. Spekulasi liar yang beredar luas di media sosial tersebut mengklaim…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *