KN-Jakarta, APAKAH MEREKA ITU BERAGAMA NAMUN TIDAK BERTUHAN ? BAGAIMANA MENURUT ANDA…MARI KITA BEDAH BARENG-BARENG…SBP.
==============Pertanyaan tersebut sangat dalem banget… Mari kita Jawab dengan JUJUR DAN JERNIH..
- FAKTANYA MEMANG PAHIT : Banyak negara yang KTP-nya paling “religius”, masjid/gereja/pura paling rame, ritual paling lengkap… Tapi indeks korupsinya juga paling tinggi.
Ini paradoks yang bikin kita semua geleng-geleng.
- BERAGAMA TAPI TIDAK BERTUHAN? Bahasanya tajam. NAMUN Saya Sbp bedah pelan-pelan :
BERAGAMA = KTP, ritual, seremonial, jubah, label.
BERTUHAN = Takut sama Allah, jujur saat sepi, amanah saat dikasih kuasa.
”WAYLUL LIL MUTHOFFIFIIN” :
Celakalah bagi orang-orang yang curang – (QS. Al-Muthaffifin : 1)
Ayat itu turun buat pedagang curang. Tapi maknanya luas : pejabat curang, pengusaha curang, semua yang ngurangi timbangan.
Jadi jawabannya : Bisa jadi mereka beragama, tapi belum berTuhan.
Agamanya di lisan dan di acara. Tuhannya tidak dibawa ke kantor, tidak dibawa ke meja proyek.
- KENAPA BISA GITU ? Ada 3 penyakit penyebabnya :
- AGAMA JADI TOPENG : → Dipakai buat cari aman, cari suara, cari proyek. Bukan buat meluruskan diri.
- PISAHKAN AGAMA DARI NEGARA : → Bilangnya “agama di masjid, korupsi di kantor”. Padahal Islam/Kristen/Hindu/Buddha itu kaffah, masuk ke semua lini.
- TIDAK ADA RASA DIAWASI ALLAH : → “ALAM YA’LAM BI ANNALLAHA YAROO” : Tidakkah dia tahu bahwa Allah melihatnya? – (QS. Al-‘Alaq : 14) Kalau orang yakin diawasi Allah 24 jam, nggak berani korupsi 1 rupiah pun.
- KESIMPULAN HASIL BEDAH KITA:
Bukan agamanya yang salah. Tapi orangnya yang tidak mengamalkan agamanya.
Agama itu kompas. Kalau kompasnya dibuang, ya tersesat.
Koruptor itu bukan karena terlalu religius. Tapi karena agama tidak sampai ke hati dan ke tangan.
Solusinya balik lagi ke analogi tadi : Amputasi. Orang yang ngaku berTuhan tapi khianat amanah = harus dipotong dari sistem.
Demikian…Matur kesuwun…salam hormat dan tetap semangat dari Saya Sbp… Ini PR kita semua.
Biar agama kita jadi rahmat, bukan jadi topeng.
SALAM HORMAT SBP …
SEMANGAT – SYUKUR – JUJUR – IKHLAS
BERTUHAN ITU DIUJI SAAT ADA KESEMPATAN KORUPSI
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.







