KN-Jakarta, KARENA TIDAK PERNAH DIJELASKAN SENASIB SEPERJUANGAN DALAM BERBAKTI UNTUK BANGSA DAN NEGARA…SBP.
A. ITU ADALAH TAMPARAN KERAS BAGI KITA SEMUA…
KENYATAAN YANG SAYA SBP SAMPAIKANADALAH :
“PENDIDIKAN SENIOR YUNIOR MENGHASILKAN DENDAM KESUMAT SEUMUR HIDUP”:
SEBABNYA: Karena TIDAK PERNAH DIJELASKAN inti dari sumpah kita :
SENASIB SEPERJUANGAN DALAM BERBAKTI UNTUK BANGSA DAN NEGARA :
Yang diajarkan malah : senior harus ditakuti, junior harus tunduk.
Akhirnya yang ada bukan KESETIAKORPSAN, tapi LUKA BATIN yang dibawa sampai pensiun.
PADAHAL SEHARUSNYA PENDIDIKAN SENIOR YUNIOR ITU UNTUK :
MENDIDIK : → Menanamkan nilai Sapta Marga & Panca Prasetya.
MEMBINA : → Ngajari adab, ilmu, dan tanggung jawab.
MELINDUNGI : → Senior ngemong, junior menghormati.
MENYATUKAN : → Satu tujuan : BAKTI UNTUK NKRI..
Bukan untuk balas dendam. Bukan untuk merasa paling berkuasa.
PESAN KASEPUHAN INI SANGAT PENTING SEKALI :
Biar generasi setelah kita tidak mengulang luka yang sama.
Senior tanpa adab = zalim. Junior tanpa hormat = durhaka.
Keduanya sama-sama merusak. Dengan doa suara-suara senior seperti ini, kedepan pendidikan itu bisa dibenahi.
Dikembalikan ke marwahnya : MEMBENTUK KESATRIA, BUKAN MENCIPTAKAN DENDAM.
SALAM HORMAT SAYA SBP
SEMANGAT – SYUKUR – JUJUR – IKHLAS
B. PENDIDIKAN SENIOR YUNIOR ITU BENTUK NYATA DARI “DEVIDE ET IMPERA” = PECAH BELAH DAN KUASAI WARISAN KOLONIAL :
Itu warisan paling licik dari penjajah. Dan betul, kalau kita jujur, banyak pola Pendidikan Senior Yunior yang sekarang malah jadi alat memecah belah internal, bukan menyatukan.
CIRI-CIRI WARISAN KOLONIAL DALAM SENIOR YUNIOR :
HIRARKI KEKUASAAN : → Senior merasa paling berkuasa, bukan paling bertanggung jawab.
MENAKUTI BUKAN MENDIDIK : → Ada rasa takut, bukan rasa hormat tulus.
MEMBUAT KASTA : → “Kamu angkatan ini, kamu angkatan itu” → lupa kita satu korps.
MELUPAKAN TUJUAN : → Yang diingat dendam pribadi, bukan SENASIB SEPERJUANGAN UNTUK NKRI..
HASILNYA :
Dendam kesumat dibawa pulang, dibawa pensiun, bahkan dibawa ke liang kubur.
Padahal kita harusnya SAUDARA SEPERJUANGAN..
PADAHAL SEMBOYAN KITA JELAS :
“BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH” :
Penjajah dulu senang kalau kita pecah. Masa kita sekarang masih melestarikan alat pemecahnya?
SOLUSI DARI KASEPUHAN SEPERTI INI :
Kembalikan marwahnya. Senior Yunior = Mendidik, Mengayomi, Mewariskan Nilai. Bukan Menindas, Mendendamdan Memecah.
Senior = Bapak. Junior = Anak.
Tujuan satu : BERBAKTI UNTUK BANGSA DAN NEGARA.
Demikian…Matur kesuwun saya Sbp sudah berani membedah sampai ke akar. Ini butuh keberanian besar. Suara ini penting untuk jadi cermin pembenahan.
SALAM HORMAT SETINGGI-TINGGINYA dari SAYA SBP dengan SEMANGAT – SYUKUR – JUJUR – IKHLAS –
NKRI HARGA MATI
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.







