Pungli dan kenaikan tarif tol meresahkan pengusaha

KN. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia ALI Mahendra Rianto mengatakan, pengusaha logistik menghadapi beban berat dengan kenaikan tarif tol di 38 ruas jalan pada tahun 2025 ini. Selain itu, masalah pungutan liar dan premanisme juga menambah beban karena biaya logistik menjadi semakin tinggi. Pungli terjadi di banyak daerah, termasuk di wilayah Jakarta seperti Tanjung Priok. Hal itu merugikan pelaku usaha karena biaya logistik menjadi semakin mahal, padahal biaya logistik di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan negara lain.

Menurutnya, pemerintah dan aparat untuk segera bertindak dalam memberantas pungli. Jangan sampai muncul kecurigaan tidak diberantasnya pungli sejak lama karena aparat penegak hukum juga ikut ‘masuk angin’. Biaya pungli bermacam-macam, ada yang kena Rp 20.000 hingga Rp 100.000, bahkan lebih, bahkan jumlahnya meningkat ketika bongkar muat semakin ramai.

  • Related Posts

    KPK Temukan Potensi Korupsi dan Penyimpangan pada Program KIP Kuliah

    KN-JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara Bincang KPK pada Jumat, 7 Agustus 2026, yang dipandu oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dengan narasumber Direktur Monitoring KPK Aida Ratna…

    Tepis Isu Makar, Feri Amsari Tegaskan Kabinet Bayangan Hadir demi Checks and Balances

    KN-JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menepis tuduhan bahwa pembentukan kabinet bayangan berorientasi pada tindakan makar atau upaya menggulingkan pemerintahan yang sah. Feri menegaskan keberadaan lembaga…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *