RADIKALIS ANGGAP JOKOWI ABU JAHAL MASAKINI, WAJIB DITUMBANGKAN

Foto:  Ilustrasi, sumber foto: DamailahIndonesiaku.com

 

Stramed,  Salah satu paham yang diajarkan oleh kelompok radikal kepada para anggotanya adalah menganggap kondisi hari ini Jahiliyah sama seperti kondisi negara mekah ketika di pimpin oleh Amr Bin Hisyam alias Abu Jahal.

Amr bin Hisyam alias Abu Jahal adalah salah seorang pemimpin penduduk Mekkah, yang terkenal akan permusuhannya terhadap kaum Muslim.

Pendiri NII Crisis Center yang juga merupakan mantan aktivis NII, Ken Setiawan juga mengamini bahwa pada saat ia bergabung juga diajarkan bahwa kondisi hari ini dianggap jahiliyah dama seperti kondisi mekah saat di pimpin oleh Abu Jahal.

Kenapa kok jaman masakini dianggap jahiliyah dan presiden dianggap Abu Jahal? Walaupun cerdik dan pintar tapi radikalis anggap jokowi ingkar terhadap ayat Allah dan bahkan memusuhi umat Islam dengan mengkriminalisasi beberapa ulama panutan radikalis.

Kelompok radikalis menganggap presiden dan pemerintahan dzalim, aparatnya mengkriminalisasi tokoh agama, orang yang hendak mendirikan negara Islam ditangkap dan dipenjarakan.

Jokowi juga dianggap Abu Jahal masakini karena dianggap pemerintahan dibawah jokowi telah melawan hukum Allah, misalnya ada minuman keras legal dan tersebar di toko toko berarti pabriknya di ijinkan pemerintan fan otomatis pemerintah juga melawan hukum Allah sebab minuman keras dilarang dalan agama Islam.

Kelompok radikalis akan dengan segala upaya akan menggulingkan pemerintahan Jokowi dan hari ini apapun nama organisasinya asal sama sama anti terhadap pemerintah maka kini mereka bersatu dalam aksi.

Kelompok radikalis yakin bila pemerintahan jokowi tumbang maka mereka akan mengganti sistem negara dengan Khilafah atau negara Islam yang menurut mereka adalah Janji Allah untuk diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

Ken mengatakan bahwa kelompok radikalis yang menganggap Jokowi sebagai Abu Jahal masakini sudah cukup banyak di Indonesia, tersebar di seluruh provinsi, masyarakat harus waspada.

Perekrutan radikalis sangat masif, bukan hanya kalangan sipil, tapi dikalangan aparat dan pemerintahan juga banyak yang terpapar paham radikalis tersebut, bila tidak dicegah maka mereka akan terus membesar dan dapat membahayakan kedaulatan bangsa. Tutup Ken.

Hotline NII Crisis Center
Pengaduan Whatsapp 08985151228

Sumber http://kamtibmasnkri.com/2019/08/01/radikalis-anggap-jokowi-abu-jahal-masakini-wajib-ditumbangkan/

Boleh di share/ bagikan

Related Posts

KPPU MULAI SIDANGKAN KASUS TENDER GEOMEMBRANE  DI PERTAMINA HULU ROKAN

KN-Jakarta, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memulai persidangan perkara dugaan persekongkolan tender dalam pengadaan geomembrane di PT Pertamina Hulu Rokan pada Senin, 9 Maret 2026. Sidang perkara Nomor 09/KPPU-L/2025 tersebut…

Genpos Kritik DPRK Pidie Jaya: “Jangan Jadi Penonton Pasca Bencana”

KN-PIDIE JAYA, Aliansi Generasi Positif (Genpos) Pidie Jaya melontarkan kritik keras terhadap kinerja DPRK Pidie Jaya. Mereka menilai lembaga legislatif tersebut belum menunjukkan peran nyata dalam mengawal nasib warga pasca…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *