KN-JAKARTA – Setara Institute resmi merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 dalam acara peluncuran yang digelar di Mangkuluhur Artotel Suites, Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026). Dalam laporan tahunan tersebut, Kota Salatiga berhasil menduduki peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia dengan skor 6,492.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Badan Pengurus Setara Institute Dr. Ismail Hasani, SH, MH, Ketua Setara Institute Hendardi, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta Direktur Ketahanan Sosial, Ekonomi dan Budaya Kemendagri, Bisri, S.Sos, M.Si yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri.
Tiga Kunci Memajukan Toleransi
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Dr. Ismail Hasani, menegaskan bahwa Indeks Kota Toleran bukan sekadar ajang unjuk prestasi bagi kepala daerah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen kota.
”Studi ini dimaksudkan untuk mencatat praktik baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam mengelola kebinekaan. Indeks ini adalah prestasi bersama,” ujar Ismail.
Ia menjabarkan tiga area intervensi utama yang menjadi rumus kemajuan toleransi di sebuah kota:
-
- Kepemimpinan Politik: Komitmen Walikota dan Wakil Walikota dalam mempromosikan kebijakan yang inklusif.
- Kepemimpinan Birokrasi: Ismail menekankan pentingnya birokrasi sebagai pemegang estafet pemerintahan yang stabil, mengingat masa jabatan kepala daerah yang terbatas.
- Kepemimpinan Sosial: Peran aktif masyarakat dalam menjaga harmoni di tingkat akar rumput.
”Walikota dan Wakil Walikota itu sebenarnya ‘anak kos’ karena masa jabatannya terbatas. Namun, birokrasi berada di pemerintahan selama puluhan tahun. Oleh karena itu, birokrasi harus menjadi pilar utama dalam memastikan nilai-nilai toleransi terus berjalan,” tambah Ismail.
Toleransi sebagai Pondasi Ekonomi
Senada dengan hal tersebut, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kemendagri, Bisri, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa indeks ini mencerminkan tingkat kedewasaan demokrasi di tingkat lokal.
”Kota yang toleran adalah kota yang aman dan menjamin kesetaraan tanpa diskriminasi. Dalam konteks nasional, toleransi adalah prasyarat bagi stabilitas sosial yang merupakan pondasi bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan,” jelas Bisri saat membacakan sambutan Mendagri.
Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini bukan merupakan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kota-kota lain untuk terus meningkatkan kualitas relasi sosial antarwarga.
Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia (2026)
Berdasarkan penilaian mendalam Setara Institute, berikut adalah 10 besar kota dengan skor indeks tertinggi:
|
Peringkat |
Nama Kota |
Skor Indeks |
|---|---|---|
|
1 |
Kota Salatiga |
6,492 |
|
2 |
Kota Singkawang |
6,391 |
|
3 |
Kota Semarang |
6,160 |
|
4 |
Kota Pematangsiantar |
6,084 |
|
5 |
Kota Bekasi |
6,037 |
|
6 |
Kota Sukabumi |
5,973 |
|
7 |
Kota Magelang |
5,805 |
|
8 |
Kota Kediri |
5,792 |
|
9 |
Kota Tegal |
5,733 |
|
10 |
Kota Ambon |
5,657 |
Tentang Indeks Kota Toleran:
Indeks Kota Toleran merupakan studi rutin yang dilakukan Setara Institute sejak 2015. Studi ini mengukur kinerja pemerintah kota dalam mempromosikan toleransi, mulai dari kebijakan yang dikeluarkan hingga tindakan nyata di lapangan dalam menangani isu keberagaman dan inklusi sosial.








