Sanksi energi AS akan kerek harga bahan bakar di Eropa

KN. Sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap sektor energi Rusia dan Serbia berpotensi mengerek harga bahan bakar di Eropa, kata Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto belum lama ini.

Menurut Szijjarto, AS memasukkan perusahaan minyak Rusia-Serbia, NIS, ke dalam daftar perusahaan yang terkena sanksi.

Di perusahaan itu, raksasa energi Rusia Gazprom Neft memiliki saham sebesar 56,15 persen, sehingga sanksi diperkirakan akan membuat pasar Eropa kekurangan pasokan minyak dan mengerek harga komoditas itu.

Szijjarto mengatakan negaranya akan bekerja secara intensif dengan para mitra regional untuk meminimalkan dampak buruk dari sanksi AS tersebut.

AS memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 200 perusahaan dan individu yang terkait dengan sektor energi Rusia serta lebih dari 180 kapal yang terlibat dalam transportasi energi.

Sanksi itu bertujuan membatasi akses Rusia ke pasar internasional dan mengurangi pendapatan negara itu dari ekspor minyak dan gas.

Sumber: Sputnik-OANA

  • Related Posts

    Indonesia at UNGA

    KN. Indonesian Foreign Affairs Ministry Spokesperson Yvonne Mewengkang said Thursday that Foreign Minister Sugiono is scheduled to lead the Indonesian delegation during the High-Level Week of the 81st United Nations…

    Pidato Netanyahu di PBB Diwarnai Walkout Massal, Sikap Negara ASEAN Terbelah

    KN-NEW YORK — Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York diwarnai aksi dramatis saat delegasi dari puluhan negara melakukan aksi keluar ruangan (walkout) tepat ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *