Sekilas Prof Muhammad Siddiq Armia

KN- Muhammad Siddiq Armia dilahirkan di Takengon, Aceh Tengah, pada 1977. Dia terlahir dari keluarga yang mementingkan pendidikan dan agama.

Kakeknya adalah pendiri Dayah Darussaadah Teupin Raya. Ayahnya, Tgk H Muhammad Armia Ali LML, MA adalah sarjana dari Timur Tengah. Semasa hidupnya, Armia tercatat sebagai dosen di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry.

Sedangkan kakeknya, Abu Muhammad Ali Teupin Raya, adalah seorang ahli ilmu falak dan merupakan ulama besar nan kharismatik di Aceh.

Siddiq memulai pendidikan formal dari MIN Merduati Banda Aceh, lalu lanjut ke Dayah Darussa’adah Teupin Raya. Sementara MAN ditamatkan di Beureunuen, Pidie.

“Sambil mondok di Dayah Darussa’adah saya sekolah di MAN Beureunuen Pidie,” ujar suami Intan Marjani, puteri dari tokoh Aceh Besar Abi Jailani.

Setelah tamat MAN, Siddiq melanjutkan S1 di Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry, lalu S2 Fakultas Hukum di Universitas Indonesia (UI) Jakarta (Dibawah bimbingan langsung Prof. Yusril Ihza Mahendra), dan akhirnya S3 Comparative Constitutional Law di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris. (Lulus Cumlaude)  Dengan studi komparatif di Mahkamah Konstitusi Jerman dan Mahkamah Agung Inggris.

Karir Siddiq sebagai dosen tergolong gemilang. Dalam usia relatif muda dia sudah menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan UIN Ar-Raniry.

Demikian juga gelar profesor yang disandangnya. Dia meraih gelar guru besar di usia 40-an awal.

Siddiq sudah lama dikenal aktif menjadi penulis dan reviewer jurnal internasional. Ia juga sering diundang sebagai dosen tamu dan penguji disertasi S3 di berbagai kampus nasional dan internasional, termasuk ke Inggris, Jerman, Qatar, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Azerbaijan dan lain-lain. Disamping itu juga aktif pada kegiatan akdemik dg British Council Inggris.

Hasilnya, nama Muhammad Siddiq Armia mendapat pengakuan internasional sebagai salah satu ilmuwan PTKIN yang masuk daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025. Di nomor urut pertama tercatat nama Prof Maila Dinia Husni Rahiem dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan di rangking kedua terukir nama Prof Muhammad Siddiq Armia dari Aceh.

Muhammad Siddiq Armia juga tercatat sebagai alumni PPRA Lemhanas 67. Bekal pendidikan di Lemhanas membuat Siddiq semakin matang dalam manajerial dan pengambilan keputusan.

Meski namanya mentereng di level internasional, namun Siddiq Armia dikenal ramah dan meluangkan waktu dalam melayani semua mahasiswa, baik S1 hingga S3.

Related Posts

Jampidsus, Polri, dan TNI: Menjaga Nalar Publik, Menolak Adu Domba Antarlembaga Negara

Oleh: Amril Jambak KN-JAKARTA, Dinamika yang melibatkan Kejaksaan Agung, khususnya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menyita perhatian publik. Di tengah derasnya…

Residivis Berulah, 6 Handphone dan BPKB Motor Dicuri, Pelaku Ditangkap Tim Rimueng Koetaradja

KN-BANDA ACEH — Seorang residivis kambuhan berinisial EY (32), warga Kabupaten Aceh Selatan, kembali harus berurusan dengan penegak hukum. Ia ditangkap oleh Tim Rimueng Koetaradja Satreskrim Polresta Banda Aceh setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *