KN-JAKARTA, Tren kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan grafik positif. Berdasarkan hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15–21 Januari 2026, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden kini menyentuh angka 79,9 persen.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari responden yang menyatakan “Cukup Puas” (66,9 persen) dan “Sangat Puas” (13,0 persen). Menanggapi hal ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut bahwa jika memperhitungkan margin of error sebesar 2,9 persen, secara riil kepuasan publik bahkan bisa mencapai 82,2 persen.
Penegakan Hukum Jadi Pilar Utama
Pria yang akrab disapa Ara ini menilai, tingginya angka kepuasan tersebut bukanlah tanpa alasan. Stabilitas keamanan serta keberanian pemerintah dalam penegakan hukum menjadi faktor determinan.
“Kepuasan terhadap Presiden ini ditopang kuat oleh penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang konsisten. Rakyat ingin bukti nyata, bukan sekadar kata-kata,” tegas Maruarar di Jakarta.
Efek “Uang Sitaan” Kejaksaan Agung
Salah satu momen yang paling membekas di benak publik adalah langkah transparan Kejaksaan Agung (Kejagung). Survei menunjukkan bahwa aksi Kejagung mengekspos hasil sitaan uang korupsi senilai Rp6,6 triliun di hadapan Presiden mendapatkan respons luar biasa.
Tingkat Kesadaran: Sebanyak 50,2 persen publik mengetahui aksi pamer uang sitaan tersebut.
Dukungan Publik: Dari mereka yang mengetahui kasusnya, sebanyak 70,7 persen menyatakan sangat setuju dengan langkah transparansi tersebut.
Menurut Ara, keberanian Kejagung menunjukkan tumpukan uang triliunan rupiah tersebut adalah instruksi langsung dari Presiden untuk memberikan sinyal bahwa korupsi akan diberantas hingga ke akar-akarnya.
Kepercayaan pada Lembaga Negara
Kondisi penegakan hukum yang mayoritas dinilai “Baik/Sangat Baik” dalam survei ini mencerminkan bahwa institusi hukum, khususnya Kejagung di bawah arahan Presiden Prabowo, telah menunjukkan performa yang sesuai dengan ekspektasi rakyat.
Langkah-langkah konkret ini dipandang berhasil membangun optimisme baru di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat legitimasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di awal tahun 2026 ini.
Sumber foto: Suara.com






