STANISLAUS RIYANTA : OMNIBUS LAW JANGAN BURU-BURU DISAHKAN

Stramed-Jakarta. RUU Ciptaker sebaiknya jangan terburu-buru untuk disahkan. Lebih baik DPR membuka ruang dialog dengan semua pemangku kepentingan untuk memperbaiki pasal-pasal yang menjadi bahan pertengangan. Ruang dialog ini sangat penting karena nampak bahwa hal ini masih kurang dilakukan.

Demikian dikemukakan Stanislaus Riyanta kepada Redaksi di Jakarta seraya menambahkan, gerakan dari elemen buruh, mahasiswa dan masyarakat sipil dalam menentang Omnibus Law cukup efektif, hal ini disebabkan karena komponen mereka yang cukup besar dan jaringan mereka dengan media yang cukup baik, sehingga mereka juga berhasil melakukan propaganda.

“Jika RUU tetap disahkan dengan kondisi masih ditentang oleh berbagai elemen maka diperkirakan akan menjadi pemicu dari aksi-aksi unjuk rasa dan penolakan yang lebih masif,” ujar pengamat masalah kebijakan publik ini.

Menurut lelaki yang sedang menempuh studi program doktoral di Universitas Indonesia ini, namun jika Omnibus Law tersebut tidak bisa dicegah dan ditunda lagi maka sebaiknya ruang untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK, red) menjadi cara bagi elemen yang menolak. “Gugatan ke MK lebih masuk akal dan strategis daripada aksi jalanan,” tegas lelaki asal NTT ini (Red)

Related Posts

Terobosan Xenotransplantasi: Ginjal Babi Hasil Rekayasa Genetik Berhasil Bertahan Sembilan Bulan pada Manusia

KN-BOSTON — Dunia kedokteran mencatatkan babak baru dalam teknologi xenotransplantation atau transplantasi organ hewan ke manusia. Seorang pasien bernama Tim Andrews di Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat, berhasil hidup tanpa…

PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO BERPIDATO DI ESTERN ECONOMIC FORUM (EEF) DI VLADIVOSTOK

KN-Vladivostok,  Hari ini tgl 03 September 2026 Presiden Prabowo Subianto jadi Tamu Kehormatan Utama di Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia ​Yang dibicarakan beliau di Pleno EEF 2026 :…