KN-BATAM, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) resmi memperkuat digitalisasi layanan pertanahan dengan memperkenalkan pemutakhiran akun Land Management System (LMS) Online dan penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Inovasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Melalui Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi, BP Batam menggelar sosialisasi bertahap mulai Rabu (4/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026) di Marketing Data Centre PDSI BP Batam.
Solusi Atas Menumpuknya Dokumen Belum Tertanda Tangan
Inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan tunggakan administrasi. Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Lahan, Pesisir, dan Reklamasi, Tino Chandra Siregar, mengungkapkan fakta bahwa sepanjang 2020 hingga 2025, terdapat total 1.895 pemohon yang belum melakukan tanda tangan dokumen Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT).
”Dengan TTE ini, tanda tangan bisa dilakukan di mana saja, tidak perlu hadir secara fisik, dan tanpa antrean,” jelas Tino.
Keamanan Digital Melalui Kolaborasi dengan Privy
Dalam penerapannya, BP Batam menggandeng Privy Indonesia, penyedia teknologi digital trust terkemuka, untuk memastikan keamanan dan kecepatan proses dokumen. Alur pendaftarannya pun dibuat ringkas:
Pendaftaran akun dengan identitas diri dan swafoto (selfie).
Verifikasi oleh pihak Privy.
Aktivasi melalui persetujuan otorisasi penandatanganan otomatis.
Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir, dan Reklamasi, Danang Febrian, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen pelayanan publik dalam meningkatkan akuntabilitas data dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Dukungan Penuh dari Pimpinan BP Batam
Terpisah, Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi, Denny Tondano, menyebutkan bahwa sosialisasi ini menyasar para pemangku kepentingan mulai dari notaris, PPAT, pengembang, hingga masyarakat umum.
Implementasi ini selaras dengan semangat Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk terus memodernisasi layanan melalui transformasi digital.
”Implementasi LMS Online dan TTE mencerminkan komitmen BP Batam untuk memberikan layanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha,” pungkas Denny.






