Warga Palestina Tiba-Tiba Demo Tolak Hamas di Gaza

KN. Ratusan warga Palestina di Gaza utara turun ke jalan dalam aksi protes terbesar terhadap kelompok Hamas sejak serangan 7 Oktober. Massa yang sebagian besar terdiri dari laki-laki meneriakkan slogan anti-Hamas, menyerukan diakhirinya perang dengan Israel, dalam demonstrasi yang terjadi di Beit Lahia, tepatnya di depan Rumah Sakit Indonesia.

Video dan foto yang beredar luas di media sosial menunjukkan para demonstran meneriakkan “Hamas keluar” dan “Hamas teroris”, menandakan meningkatnya ketidakpuasan terhadap kelompok tersebut. Protes ini terjadi di tengah serangan udara intensif Israel yang dilanjutkan setelah gencatan senjata selama hampir dua bulan berakhir.

Sejumlah peserta aksi juga membawa spanduk bertuliskan “Hentikan perang” dan “Kami ingin hidup damai”. Beberapa laporan menyebutkan bahwa seruan untuk bergabung dalam aksi ini disebarluaskan melalui aplikasi perpesanan Telegram. Majdi, seorang demonstran lainnya yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, menuturkan bahwa warga sudah merasa lelah dengan konflik yang terus berkepanjangan.

Selain di Beit Lahia, aksi serupa juga terjadi di kamp pengungsi Jabalia di bagian barat Kota Gaza. Rekaman yang beredar menunjukkan puluhan orang membakar ban dan meneriakkan tuntutan untuk mengakhiri perang. “Kami ingin makan,” seru mereka dalam aksi tersebut.

Beberapa warga Gaza memprediksi bahwa demonstrasi ini dapat meluas ke bagian lain dari wilayah yang dilanda perang, mengingat masyarakat telah mengalami penderitaan dan kelelahan akibat konflik yang berkepanjangan.

Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober, protes dengan skala lebih kecil telah terjadi di Gaza, terutama untuk menuntut diakhirinya perang. Banyak slogan yang terdengar dalam aksi Selasa malam mengingatkan pada gerakan “Bidna N’eesh” atau “Kami Ingin Hidup”, yang muncul dalam protes ekonomi di Gaza pada 2019.

Saat itu, Hamas menindak keras demonstrasi tersebut dan menuduhnya dimobilisasi oleh rival politik mereka, Fatah. Israel telah lama menyerukan warga Gaza untuk melawan Hamas, kelompok yang menguasai wilayah tersebut sejak 2007. Perang yang berlangsung lebih dari 17 bulan ini telah menghancurkan Gaza, diperburuk dengan kondisi kemanusiaan yang makin memburuk setelah Israel menutup akses bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut sejak 2 Maret, sebagai upaya menekan Hamas agar membebaskan sandera Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 792 warga Palestina telah tewas sejak Israel melanjutkan operasi militer mereka. Adapun serangan 7 Oktober 2023 menewaskan 1.218 orang, sebagian besar warga sipil, berdasarkan data yang dihimpun AFP dari sumber resmi.

Sebagai balasan, Israel melancarkan agresi militer yang telah menyebabkan lebih dari 50.021 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah warga sipil, menurut laporan Kementerian Kesehatan di Gaza.

  • Related Posts

    Trump-Xi Summit Produces No Solution to the Strait Closure

    KN-China, President Donald Trump returned from his visit to the People’s Republic of China (PRC) on Friday, no closer to a solution to Iran’s closure of the vital Strait of…

    Icon hajj 2026 by Saudiarabia ternyata seorg nenek luar biasa dari indonesia

    KN -Arab Saudi, Sosok Nenek Jumaria, Ikon Haji 2026: Menabung di Ember Tua Selama 20 Tahun, Kisahnya Kini Mendunia hingga Didokumentasikan Kerajaan Arab Saudi Di sebuah rumah sederhana di Desa…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *