KN-TEL AVIV — Sebuah dokumen terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Israel yang dirilis pada Senin (29/6/2026) malam, mengungkap dimensi tersembunyi dari skala kerusakan kompleks kilang minyak “Bazan” di Teluk Haifa. Dokumen yang diterbitkan dalam proses persetujuan rekonstruksi ini menunjukkan bahwa dampak serangan jauh lebih destruktif daripada yang diakui oleh otoritas keamanan dan pemerintah Israel sebelumnya.
Melansir laporan media Fars News, data ini mematahkan pernyataan awal Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Eli Cohen. Segera setelah dihantam rentetan rudal Iran dalam dua kesempatan terpisah (termasuk Operasi “Raungan Singa”/Perang Ramadan), Cohen sempat mengeklaim bahwa tidak ada kerusakan pada fasilitas produksi dan pasokan bahan bakar tetap aman.
Namun, dokumen internal pemerintah justru menarasikan kondisi yang bertolak belakang.
Kerusakan Sistemik dan Dampak Langsung pada Produksi Bensin
Berdasarkan dokumen yang diperoleh media Ibrani seperti Ynet, The Times of Israel, dan Walla, luas area konstruksi yang diperlukan untuk rekonstruksi pasca-serangan membengkak hampir dua kali lipat dibanding perang terdahulu.
Daftar fasilitas vital kilang Bazan yang dilaporkan mengalami kerusakan parah meliputi:
- Turbin Gas & Ketel Uap: Mengalami kerusakan struktural yang mengganggu operasional.
- Ruang Elektrikal & Sistem Pendukung: Lumpuhnya jaringan kendali dan pasokan daya internal.
- Tangki Penyimpanan Produk Minyak: Kerusakan bersifat permanen, sehingga memaksa pembangunan tangki baru dengan kapasitas raksasa mencapai 12.700 meter kubik.
Dokumen tersebut secara eksplisit mengakui bahwa hancurnya tangki penyimpanan ini langsung memukul kemampuan kilang dalam memproduksi bensin sesuai standar pasar serta mengganggu rantai pasokan ke konsumen domestik.
Proyeksi Rekonstruksi 2028 vs Target Penutupan 2031
Berdasarkan cetak biru pemulihan yang bocor, operasi rekonstruksi penuh kilang minyak utama ini diperkirakan akan memakan waktu dan terus berlangsung hingga tahun 2028.
Hal ini memicu kebingungan dan ketidakkonsistenan kebijakan energi di internal Israel. Sebab, berdasarkan keputusan pemerintah sebelumnya, kompleks kilang tua yang dinilai berbahaya ini sudah dijadwalkan untuk ditutup total dan dipindahkan dari kawasan Haifa pada tahun 2031. Pengamat menilai tidak masuk akal menginvestasikan miliaran Shekel untuk membangun kembali fasilitas yang akan ditutup tiga tahun kemudian.
”Kompleks ini dikhawatirkan dapat berubah menjadi ‘bom waktu’. Setiap serangan lanjutan yang lebih serius terhadap fasilitas ini berpotensi memicu bencana kemanusiaan dan lingkungan skala besar di wilayah padat penduduk Teluk Haifa, menyerupai tragedi kimia Bhopal atau Chernobyl.”
— Analisis Pakar Lingkungan dalam laporan The Jerusalem Post.
Perintah Darurat Sepihak dan Gugatan Pemerintah Kota Haifa
Guna mempercepat pemulihan energi yang mendesak, Kementerian Dalam Negeri Israel telah mengaktifkan Pasal 266E dari Undang-Undang Perencanaan dan Konstruksi. Perintah darurat ini mengizinkan manajemen Kilang Bazan melakukan proyek rekonstruksi kilang secara instan tanpa perlu mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).
Langkah sepihak ini memicu perlawanan keras dari otoritas lokal dan aktivis lingkungan yang langsung mengajukan petisi keberatan ke Mahkamah Agung Israel.
The Times of Israel melaporkan, Wakil Walikota Haifa, Avihai Han, mengkritik keras kebijakan darurat tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan warga.
“Ini adalah tindakan yang menunjukkan kurangnya transparansi. Ini adalah pelaksanaan proyek di atas kepala pejabat terpilih dan penduduk Haifa,” tegas Avihai Han.
Pukulan Telak Bagi Narasi Keamanan Pemerintah
Pengungkapan dokumen ini menjadi pukulan telak bagi narasi resmi militer dan pemerintah Israel yang selama ini mengeklaim serangan rudal Iran tidak efektif dan berhasil dihalau. Fakta di lapangan menunjukkan Iran berhasil melumpuhkan salah satu infrastruktur kritis paling strategis milik Israel.
Secara domestik, kebocoran data ini diprediksi akan memicu guncangan politik baru. Publik dan faksi oposisi kini mulai mempertanyakan alasan pemerintah menyembunyikan fakta kerusakan dari masyarakat, sebuah isu sensitif yang diyakini akan dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menggoyang kursi pemerintahannya.
Penampakan kilang minyak Israel di Haifa (Foto: X)








