5 Km Jalan Dari Keude Kembang Tanjong menuju Gampong Pasi Lhok di Pidie Rusak Parah

KN. Ruas jalan kabupaten dari Keude Kembang Tanjong menuju Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie dilaporkan rusak parah.

Rusaknya jalan sekitar 5 Km lebih menyebabkan warga pesisir sebagai nelayan kelimpungan saat melintas. Sebagian warga memilih memutar melalui Kecamatan Glumpang Baro saat pergi ke kota untuk menjual ikan.

Pantauan Serambi, Ahad (18/5/2025), menggunakan sepeda motor melintasi jalan Keude Kembang Tanjong menuju Gampong Pasi Jeumerang, yang menemukan kondisi jalan Keude Kembang Tanjong menuju Gampong Pasi Lhok sekitar 5 kilometer rusak parah.

Ruas jalan berubah bak kubangan kerbau, karena lubang besar dipenuhi air hampir menghiasi badan jalan menuju Pasi Lhok. Kerusakan jalan tersebut mulai dari keude Kembang Tanjong, Meunasah Gantung, Jurong Mesjid, Tanjong Krueng, Ie Leube, Pasi Lancang dan Gampong Pasi Lhok.

Melintas di jalan dipenuhi lubang bak kubangan kerbau harus ekstra hati-hati. Sebab, pengendara roda dua berpotensi jatuh ke lubang, mengingat badan jalan berubah menjadi licin.

Warga yang mengendara roda dua sering terjatuh dalam lubang, sehingga menyebabkan sepeda motor rusak. Belum lagi pengendara terkadang terkilir salah satu anggota badannya.

Warga Gampong Pasi Jeumerang, M Jafar kepada Serambi, Senin kemarin, mengatakan, sejak jalan Keude Kembang Tanjong menuju Gampong Pasi Jeumerang rusak parah, warga tidak lagi melintasi jalan tersebut. Sebab, kerusakan jalan tersebut dipenuhi lubang besar sehingga susah dilintasi roda dua dan empat.

Menurut Jafar, warga memilih melintasi jalan di Kecamatan Glumpang Baro, meski rutenya sedikit jauh. Sebab, melintasi jalan rusak itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

” Kami tidak lagi melintas di jalan rusak dari Pasi Lhok hingga Keude Kembang Tanjong. Saat ini, jalan di Pasi Jeumerang sudah diaspal pada tahun 2023,” jelasnya.

Muhammad, warga lainnya menyebutkan, jika pergi ke Kuala Tari di Gampong Pasi Jeumerang, hendaknya melalui Kecamatan Glumpang Baro. Karena, jalan alternatif dari Keude Kembang Tanjong hingga Pasi Lhok sudah lama berlumpur.

Menurutnya, saat turun hujan lubang di badan jalan berubah bak kolam ikan. Lubang di badan jalan hampir di sepanjang jalan. Lapisan aspal sudah lama terkelupas. Sebagian badan jalan juga ditimbun dengan batu.

” Sebagian warga sudah lama tidak menggunakan jalan rusak di kecamatan sendiri. Warga lebih memilih menggunakan jalan di kecamatan lain karena nyaman saat berkendaraan,” ujarnya.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Risnandar ST yang dihubungi Serambi, kemarin, mengungkapkan, jalan rusak dari Keude Kembang Tanjong menuju Pasi Lhok berstatus ruas jalan kabupaten.

Kata Risnandar, satu ruas jalan dari Keude Kembang Tanjong- Ie Leubeu pernah diusulkan Kementrian PU dan Perumahan Rakya, menggunakan dana intruksi presiden (inpres). Keperluan dana untuk peningkatan jalan Keude Kembang Tanjong-Simpang Ie Leubeu sekitar Rp 12 miliar.

” Awalnya, sudah disahuti terhadap usulan penanganan jalan Keude Kembang Tanjong-Ie Leubeu. Namun, saat itu berbentur dengan pemilu tahun 2024, sehingga anggaran tidak turun,” ungkapnya.

Namun, kata Risnandar, tahun 2024 dibuka kran lagi pengusulan jalan Keude Kembang Tanjong- Simpang Ie Leubeu menggunakan dana inpres. Sehingga tahun 2024 Dinad PUPR Pidie mengusulka dua ruas jalan sekaligus. Yakni, jalan Keude Kembang Tanjon dan ruas peningkatan jalan Ie Leubeu – Pasi Lhok sepanjang 4,3 Km, dengan anggaran Rp 11.195.089.000.

” Nanti dua ruas jalan tersebut ditangani Balan Jalan Sumatera I Aceh sebagai pelaksana. Kita hanya mengusul. Jalan itu memenuhi kriteria sebagai kawasan produktif,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Revolusi BUMN: Kepala BP BUMN Pangkas 1.000 Perusahaan Menjadi 300, Sinergi Kini Jadi Kewajiban

    KN-JAKARTA – Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan langkah radikal dalam menata ulang ekosistem perusahaan pelat merah. Dalam upaya meningkatkan daya saing global dan efisiensi negara, pemerintah menargetkan…

    BPK Temukan 251 Perusahaan Tambang Beroperasi Tanpa RKAB, Risiko Lingkungan dan Kerugian Negara Menanti

    KN-JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan mengejutkan terkait carut-marut tata kelola pertambangan di Indonesia. Dalam dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025, BPK mencatat sebanyak 251…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *