Menanggapi polemik tersebut, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman kemudian memposting foto makanan bertuliskan Bipang yang seakan-akan meluruskan pernyataan kontroversial Jokowi. ”Ini Bipang (atau Bepang atau Jipang) yang saya kenal di kampung saya Banjarmasin Kalimantan Selatan. Bipang Kalimantan makanan dari beras dengan gula, makanan saya dari kecil hingga sekarang kalau pulang kampong. Idul Fitri 1442 H ini #TidakMudik lagi,” tulis Fadjroel di akun Instagramnya @fadjroelrachman.
”Usul: Presiden Jokowi jelas menyebut bipang Ambawang, babi panggang khas Kalimantan. Tapi penting diberi catatan: Ini untuk non muslim. Bagi ummat Islam, kitapun tidak boleh melarang non muslim mengkonsumsi makanan mereka. Jadi Mas Fadjroel gak usah berkelit bilang Jipang dsb….,” cuit politikus PKS Tifatul Sembiring melalui akun Twitternya @Tifsembiring.
Cuitan Tifatul Sembiring ini diretweet warganet sebanyak 154 kali dan 918 disukai. Bahkan, sejumlah netizen pun turut memberikan komentar terkait dengan polemik tersebut. ”Ada yg nyebut jipang, ada juga bipang. Barangnya sama. Cuma ketika disambung dg kata ‘Ambawang’ jadinya spesifik ke produk daging panggang haram itu,” cuit pemilik akun @Fauzi_Popov.
”Klarifikasi Fadjroel isinya beda dengan klarifikasi Mendag M Lutfie…siapa yang benar ini? Timpal Mang Budi melalui akun Twitternya @Budijayaya.(Sindonews)







