KSPI dan Partai Buruh Soroti Nasib 25 Ribu Buruh Tak Terima THR hingga Ancaman PHK Masif

KN-JAKARTA, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menyampaikan evaluasi kritis terkait kondisi ketenagakerjaan nasional dalam konferensi pers daring, Jumat (13/3/2026). Ada empat isu krusial yang disoroti, mulai dari pelanggaran pembayaran THR hingga ancaman PHK akibat ketegangan geopolitik global.

25 Ribu Buruh Belum Terima THR

​Berdasarkan laporan Posko Orange, tercatat lebih dari 25.000 buruh belum menerima THR meskipun sudah melewati tenggat H-7. Beberapa perusahaan yang disorot antara lain PT Wiska (Bandung), PT Riki Spotindo (Bogor), dan PT Amos Indah Indonesia (Jakarta).

  • Modus: Pengusaha meliburkan buruh atau memutus kontrak menjelang hari raya untuk menghindari kewajiban.
  • Tuntutan: KSPI meminta Presiden Prabowo Subianto menindak tegas pengusaha nakal dan menghentikan “retorika” tanpa aksi nyata dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Tolak Impor 105 Ribu Mobil Pick-up dari India

​Said Iqbal mendesak pemerintah menghentikan rencana impor 105.000 mobil pick-up. Menurutnya, jika pesanan tersebut dialihkan ke pabrikan dalam negeri (seperti Hino, Suzuki, atau Mitsubishi), Indonesia bisa menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja baru.

​”Jangan hanya melihat harga murah. Impor membuat rupiah tertekan dan menghilangkan kesempatan kerja bagi buruh lokal,” tegas Iqbal.

Kritik RUU Ketenagakerjaan dan RUU PPRT

​Partai Buruh mengapresiasi langkah DPR terkait RUU PPRT, namun mengkritik keras lambatnya pembahasan RUU Ketenagakerjaan pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 168/2024. Ia menuding pemerintah lebih cepat merespons tekanan asing dibanding menjalankan perintah MK untuk menghapus outsourcing dan upah murah.

Potensi PHK Massal Akibat Perang

​KSPI memperingatkan adanya potensi PHK terhadap ratusan ribu buruh di sektor padat karya (tekstil, makanan, sepatu) jika konflik Iran-Amerika-Israel berkepanjangan. Lonjakan harga minyak dunia dan bahan baku impor diprediksi akan memaksa perusahaan melakukan efisiensi besar-besaran.

Rencana Aksi

​Sebagai bentuk protes, KSPI dan Partai Buruh akan menggelar dua gelombang aksi:

  1. H-2 Lebaran: Aksi di Kantor Kemenaker fokus pada isu THR dan BHR Ojek Online (Ojol).
  2. H+10 Lebaran: Aksi nasional besar-besaran di depan Gedung DPR RI dan 38 provinsi yang melibatkan puluhan hingga ratusan ribu buruh.

Related Posts

Eks Napiter Se-Indonesia Deklarasikan Dukungan Pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor

KN-JAKARTA — Sejumlah mantan narapidana terorisme (eks napiter) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai wilayah secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Langkah…

Gencar Sasar Unggahan Kritis di X, Komdigi Diduga Kendalikan Narasi Publik

KN-Jakarta, Syafruddin sedang waswas. Admin akun Sumatera Adil & Federal itu—yang namanya disamarkan—khawatir pengelola platform digital X kembali mengirim surat peringatan gara-gara unggahannya mengenai dampak kebakaran hutan di Kalimantan dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *