KN, Dalam Pidato Resmi Presiden Partai Buruh pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Buruh Ke -II Tahun 2025 di Hotel Tavia – Jakarta menjelaskan tentang barometer Pertumbuhan Ekonomi di Era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Angka yang lazim kita dengar dari Analisa Para Pengamat Ekonomi yaitu sebesar 6,5%. Namun menariknya Ir Said Iqbal MM memiliki barometer faktual yang menarik untuk disandingkan bahkan dibandingkan dengan Angka Pertumbuhan Ekonomi tersebut diatas.
Ketika Jumlah Angka Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) meninggi,Ketersediaan Lapangan Kerja semakin minim maka pertumbuhan ekonomi itu tidak menyentuh Kelompok Mayoritas Bangsa Indonesia, melainkan pertumbuhan ekonomi itu hanya terjadi pada Kelompok Elit yang jumlahnya hanya 5% dari Keseluruhan Penduduk Indonesia.
Barometer yang sulit juga untuk difahami ketika Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat pertumbuhan ekonomi Bali sepanjang 2024 hanya tembus di angka 5,48 persen. Pertumbuhan ekonomi itu melambat dibanding 2023 yang bisa menyentuh di level 5,71 persen padahal, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang pelesiran ke Pulau Dewata sepanjang 2024 mencapai 6.333.360 kunjungan. Angka ini meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.273.258 kunjungan. Menurut Pengamat Ekonomi bahwa Salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya pertumbuhan ekonomi adalah basis perbandingan yang tinggi pada tahun sebelumnya. Sehingga meskipun ada peningkatan, pertumbuhannya tampak lebih kecil,” ujar pengamat ekonomi Ida Bagus Raka Suardana kepada detikBali, Kamis (6/2/2025).
Bisa saja bermunculan barometer lain yang satu sama lain berbeda dari Setiap Daerah, konon lagi ketika Aspek Penilaiannya dari aspek yang berbeda. Namun secara umum yang dijadikan barometer itu ketika Daya Beli masyarakat pada Sektor Sembako melemah tentu Pertumbuhan atau Penurunan Ekonomi Nasional itu Sangat Terukur dan Jelas. Kita melihat dan merasakan fakta ada penghematan oleh masyarakat justru pada Aspek Sembako. Menghemat diartikan berbelanja lebih sedikit dari biasanya.
Tanpa melepas diri dari perdebatan barometer itu rasanya yang terpentiñg bagaimana agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang adil. Saya merasa yakin bahwa Rakernas Partai Buruh Ke-II Tahun 2025 ini perlu menjadi ajang pertukaran pemikiran bahkan menggali pemikiran yang Solutif. Gerakan Pertumbuhan Ekonomi haruslah muncul dari daerah dan Salah Satu Faktor Penunjang di daerah adalah menggerakkan BUMD – BUMD untuk memanfaatkan Keuangan atau modal yang dimilikinya. Banyak BUMD yang keliru memilih Pergerakan Usaha yang berdampak merugi.
Saya berpendapat RAKERNAS PARTAI BURUH Ke – II Tahun 2025 perlu mempertimbangkannya menjadi Salah Satu Poin Rekomendasi. Kita berharap Sejumlah Kepala Daerah terpilih karena dukungan Partai Buruh yang hadir ataupun tidak hadir dalam Rakernas Partai Buruh kali ini diberi Amanat untuk mengelola BUMD-BUMD daerahnya kearah yang tepat.
Hormat Saya
~Andi Naja FP Paraga ~







