Kritikan terhadap kebijakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Kebijakan Menkeu Purbaya sebagai antitesis Sri Mulyani.

Kebijakan penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun ke lima bank milik negara dikritik karena masih lambatnya pertumbuhan kredit meskipun Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan dari sekitar 6 persen pada akhir 2024 menjadi 5 persen; Likuiditas tinggi tanpa diimbangi penyaluran kredit hanya akan memperburuk rasio pinjaman terhadap simpanan (loan-to-deposit ratio).

Kebijakan melonggarkan pungutan pajak dan cukai serta minuman berpemanis dalam kemasan, dikhawatirkan menurunkan penerimaan negara; Bisa kontraproduktif terhadap ekonomi karena cukai tidak berfungsi menambal kas negara yang defisit, tapi mengendalikan konsumsi barang yang merugikan publik; Kenaikan tarif cukai akan menambah marak peredaran rokok illegal; Nasib pekerja pabrik rokok dan petani tembakau jika tarif cukai naik dan industrinya kolaps (dari berbagai sumber).

  • Related Posts

    Genjot Energi Bersih, Sekda Aceh dan PLN Pusat Matangkan Rencana Pengembangan PLTS di Serambi Mekah

    KN-JAKARTA – Pemerintah Aceh terus bergerak cepat dalam mengoptimalkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di daerahnya. Langkah ini dipertegas melalui pertemuan strategis yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M.…

    Kedatangan Jokowi di Lampung Diwarnai Unjuk Rasa, Massa Tuntut Transparansi Ijazah dan Soroti Isu HAM

    KN-BANDAR LAMPUNG – Kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke Kota Bandar Lampung diwarnai aksi unjuk rasa oleh Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML), Sabtu (27/6/2026). Massa yang berkumpul di…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *