Kepuasan Publik Presiden Prabowo Stabil di Angka 79,9%, Gen Z Jadi Penopang Utama

KN-JAKARTA,  Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto berhasil mempertahankan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat (approval rating) mencapai 79,9 persen, dengan dukungan signifikan yang datang dari generasi muda.
​Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan gabungan dari responden yang menyatakan “sangat puas” dan “cukup puas”. Capaian ini dinilai luar biasa karena melampaui rapor awal masa pemerintahan dua presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
​Dominasi Dukungan Gen Z dan Efek “Dwi-Modal”
​Salah satu temuan menarik dalam survei ini adalah konsistensi basis pendukung Presiden. Kelompok Gen Z tetap menjadi tulang punggung utama kepuasan publik, selaras dengan profil pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 lalu.
​Burhanuddin juga menganalisis bahwa tingginya angka ini disebabkan oleh penggabungan dua basis massa besar.
​”Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena beliau bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan sendiri, tapi juga dari modal dukungan Pak Jokowi,” ungkap Burhanuddin dalam konferensi pers, Minggu (8/2).
​Faktor Kepuasan: Korupsi dan Bantuan Sosial
​Pemberantasan korupsi menjadi alasan nomor satu yang mendongkrak kepuasan publik dengan persentase 17,5 persen. Selain itu, karakter tegas dan program bantuan sosial juga menjadi faktor penguat.
​Namun, hasil survei juga memberikan catatan kritis. Masalah pemerataan bantuan menjadi alasan utama bagi 17,1 persen responden yang menyatakan kurang puas. Bantuan sosial dipandang sebagai “pisau bermata dua”; diapresiasi oleh penerima, namun dikritik oleh mereka yang menganggap distribusinya belum tepat sasaran.
​Istana: Fokus “Perang” Melawan Masalah Rakyat
​Menanggapi tingginya angka survei tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terlena oleh angka-angka statistik. Istana memposisikan hasil survei sebagai potret keadaan, namun bukan target kerja.
​”Bukan hasil survei yang kita kejar. Yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang kita yakini bisa mengurangi beban masyarakat. Presiden selalu mengatakan kita sedang ‘perang’ dengan kemiskinan, masalah kualitas pendidikan, dan kualitas kesehatan,” tegas Prasetyo Hadi di Jakarta.
​Metodologi Survei
​Peneliti Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan pada periode 15–21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber foto: Monitor.co.id

Related Posts

Koalisi Masyarakat Sipil Riau Desak Pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah

KN-PEKANBARU – Koalisi Masyarakat Sipil Riau Penyokong Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau secara resmi dideklarasikan oleh Johny Setiawan Mundung selaku Dinamisator Koalisi Masyarakat Sipil Riau bersama 20 organisasi Masyarakat Sipil…

SUDAH BANYAK KORBAN KERACUNAN MBG, NAMUN SAMPAI HARI INI BELUM ADA YANG DIPROSES MELALUI JALUR HUKUM SECARA TEGAS DAN KERAS BERDASARKAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA…ARTINYA POK DO LEMAH

KN-Jakarta, Saya Sbp paham betul keprihatinan dan kemarahan Masyarakat. ​Kalau memang sudah banyak korban keracunan MBG/ SPPG tapi sampai hari ini belum ada proses hukum yang tegas dan keras, itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *